Jumat, 16 April 2021

Romadhonkan Dirimu

 Asal maknanya romadhon adalah panas yang sangat terik, membakar. Hikmah utamanya adalah mampu membakar seluruh dosa-dosa. Catatan amal menjadi positif. Selesai Rpmadhon, kita terlahirkan lagi. Kembali ke posisi semula. Fitrah (kondisi awal penciptaan, belum ada contoh sebelumnya). Terbuat dari tanah (unsur bumi) dan ruh (unsur langit). Dengan ruh itu kita menjadi hidup.

Sebelum itu kita diikat oleh janji QS. 7:172-173. Saat itu Alloh membaiat kita. Meminta kesaksian adam dan ank cucunya. Bukankah aku ini Robb mu? Benar ya Robb, engkau adalah tuhan kami. Jadi kita bertauhid sejak semula. Alloh berpesan, jangan sampai nanti di hari kiamat, jangan samapi beralasan lupa. Padahal lupa itu dimaafkan. Dibebaskan dari umatku karena salah (yang tidak disengaja) dan lupa. Mengapa demikian? Karena sekian banyak peringatan diturunkan Alloh, baik melalui nabi dan rosul dan juga diingatkan Alloh melalui kitabNya.

Jangan sampai juga kita beralasan, yang musrik itu kan orang tua kami, kami kan turunan mereka masak engkau binasakan kami? Yang salah kan nenek moyang kami. Kan sudah diingatkan di kitabNya. Tegakkan seluruh jiwa ragamu (hai anak cucu adam) untuk agama yang lurus. Itulah fitroh kalian. Jagalah itu. Kewajiban orang tua adalah menjaga fitroh itu. Alloh memfitrahkan pada setiap manusia seperti itu (bahkan sebelum pembuahan). Tidak ada perubahan terhadap fitrah itu. Namaun sayang, sebagian besar manusia malah tidak mau.

Dengan demikian, setelah puasa romadhon kita kembali ke posisi fitroh. belum pernah berbuat dosa, bahkan kita bertauhid. Jadi bukan berarti suci. Ingat bukan puasanya saja, tapi malam nya juga. Sholat lail ditegakkan. Tarawih asal maknanya santai, bersenang-senang. Sehingga tidak ditentukan rakaatnya. 2 rekaat boleh, 8 boleh, lebih dari itu silahkan. Meromadonkan diri kita artinya Mengahanguskan segala dosa-dosa kita.

Beristighfar itu juga bisa menghapus dosa. QS 66:8. Bertaubatlah yang nashuhah (tidak lagi mengulang), 24 karat. Jika itu, maka yang kita dapatkan adalah PASTI Tuhanmu akan memaafkan segala dosa-dosa. PASTI akan memasukkan kalian ke syurga (yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, lebih putih dari salju dan lebih manis dari madu). Cahaya ada pada muka mereka. Saking bahagianya, mereka berkata, sempurnakan cahaya kami. Rosululloh tidak kurang 100x dalam beristighfar. Sebaiknya setiap habis sholat. Seperti juga pada ayat puasa, pasti kamu menjadi bertaqwa, walau redaksinya menggunakan kata SEMOGA.

Shodaqoh dan infaq juga menghapus dosa. Tentu karena Alloh. Bisa berbentuk makanan dll, bahkan jasa. Kita berikan tempat duduk pada ibu yang menggendong anak di bis yang penuh sesak. Termasuk tutur kata yang baik, termasuk sedekah. Menjauhi dosa besar, juga menghapus dosa. Perbuatan baik setelah perbuatan dosa, juga bisa menghapuskan. Melangkah ke masjid. Satu langkah terhapus satu dosa. Ada sahabat yang akan pindah rumah dekat dengan masjid. Rosul melarang. Karena semakin banyak dosa yang terhapus. Menyambut seruan Alloh dan Rosul juga menghapus dosa, bentunya bisa bersyukur, percaya betul. Mencintai Rosul juga bisa menghapus dosa. Iman taqwa. Ketika wudhu (lillahi ta’ala), air wudhu mengapuas dosa tangan, dosa muka (mata), dosa kaki dan seterusnya. Jadi ada BANYAK cara penghapusan dosa.

Berusaha untuk tidak berbuat dosa berarti meromadhonkan diri. Mengalqur’ankan diri. Al Qur’an itu sumber kebahagian keberuntungan, jauh dari yang mencelakakan dan merugikan. Sedangkan yang tidak bahagia, penuh kemelut, penuh kesulitan tanpa solusi adalah yang mendustakan Al Qur’an, berpaling dari Al Qur’an, tidak beriman dengan Al Qur’an. Di hari kiamat mereka kami kumpulkan dalam keadaan buta. Akan dilupakan Alloh. Saat itu mereka protes. YA Alloh mengapa engkau butakan kami. Dijawab itu begitu juga kamu saat kamu di dunia, telah datang kepadamu ayat-ayat kami. Engkau abaikan. Sungguh adzab akhirat itu paling dasyat, paling kekal.

Karena romadhon hanya berumur 29/30 hari, maka kita lestaraikan di waktu sisanya. Caranya dengan mengemas apapun bentuk aktifitas kita itu lillahi ta’ala. Termasuk korban perasaan, tidak mudah tersinggung. Oleh karenanya jangan puasa yang biasa-biasa saja (menahan diri tidak makan minum, tidak berhubungan di siang hari). Di atas itu ada puasanya orang khusus, selain itu menahan seluruh organ tubuh (mata, telinga, kaki). Semua dikendalikan. Yang tertinggi, selain kedua tadi, mempuasakan hati dan pikiran. Perhatikan dua-duanya (hati dan pikiran) itu kecil, tapi dunia bisa masuk. Tentu puasa jenis ini paling berat. Namun demikian tipe pertama tadi dijanjikan Alloh dengan syurga. Oleh karenanya kita pertahankan di 11 bulan berikutnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar