Kamis, 08 April 2021

Bercanda dengan Anak-Anak

 

Candanya Rosul sebagai rahmat. Minimal ada 2 hal baik dalam bercanda, yaitu (1) mendapat keringanan dalah hidup (2) kita niatkan lillahi ta’ala, sehingga bercanda mendapatkan pahala. Ini karena mengikuti sunnah Rosul. Membuat orang lain bahagia, juga berpahala.

Dari Anas bin Malik. Rosul termasuk orang yang paling banyak berkasih sayang kepada anak-anak. Termasuk yang banyak bercanda pada anak-anak. Anak-anak itu menghadapi hidup biasa saja tidak ada tuntutan. Sehingga rosul senang bercanda dengan anak-anak.

Rosul suatu ketika pernah membariskan 3 anak kecil, abdulloh, ubaidillah, usayaroh. Anak-anak dari pamannya, Abbas. Silahkan berlari menuju saya, siapa yang mendahulu yang lain, maka akan mendapatkan sesuatu dari saya. Ada yang mendekap, loncat ke punggung. Rosul seang, mencium mereka dan menujukkan rasa kasih sayang pada mereka. Ulama menyimpulkan, boleh kita memberikan hadiah pada suatu perlombaan.

Contoh berikutnya, dari Anas bin malik, dia sengaja disetahkan oleh ibunya untuk membantu Rosul. Saat itu anas masih kecil. Rosul termasuk yang akhlaknya paling mulia. Suatu saat menyuruh dia menunaikan hajat / kebutuhan beliau. Karena masih kecil, dia berkata, demi Alloh saya tidak akan pergi (dalam hatinya, saya akan pergi). Anas keluar, di tengah perjalanan, teman lain bermain, sehingga dia ikut bermain. Lupa menunaikan perintah rosul. Akhirnya rosul datang ke tempat itu, memegang baju Anas, Yaa Unes (anas kecil yang saya sayangi), apakah kamu tidak pergi ketika aku perintahkan? Rosul tidak marah. Rosul tertawa. Anas, menjawab: Iya, saya akan jalankan perintah engkau, sambil senyum.

Contoh berikutnya, Dari Mahmud bin Robi, sahabat di madinah yang paling terakhir wafatnya. Saat itu masih 5 tahun. Pengalaman saat kecil teringat terus hingga tua. Ketika mendatangi rumah saya, bertemu saya, ada ember berisi air bersih. Rosul mengambilnya, memasukkan ke mulutnya, menyemburkan nya ke mahmud. Ingat bagimana rosul bercanda dengan anak kecil.

Contoh berikutnya, Rosul bermain dengan cucunya, hasan dan husein. Rosul merangkak, keduanya naik di punggung beliau. Jabir berkomentar, alangkah nikmatnya ‘onta’ yang engkau naiki berdua. Rosul kemudian mengatakan, alangkah indahnya dua penunggangku (memuji hasan dan husain). Rosul tidak membuat anak-anak susah.

Dari abu Hurairah, Rosul pernah mengeluarkan lidahnya untuk ditunjukkan ke cucunya, Husain. Sangat jelas warnah merah itu. Agar Husein segera berlari menuju Rosululloh. Rosul mendekapnya. Begitulah perlakukan rosul pada anak-anak. Dengan berbagai cara, agar anak-anak itu bahagia, dapat merasakan kasih sayang.

Rosul sholat di masjid sebagai imam, membawa salah satu cucunya. Ketika memulai sholat, cucunya di taruh di sampingnya. Ketika sujud, lamaa seklai karena cucunya sedang menaiki punggung beliau. Samapi sahabat khawatir, sehingga bangun dari sujudnya, melihat. Ternyata beliau melihat anak kecil menaiki punggung. Kemudia beliau sujud kembali. Selesai sholat, bertanya, wahai rosul, engkau sujud lama seklai. Kami kahwatir. Rosul menjawab, tidak terjadi sesuatu yang membahayakan atau tidak sedang menerima wahyu, hanya cucu saya menaiki punggung saya. Saya tidak suka mempercepat sujud saya sementar cucu saya sedang menuntaskan hajatnya (bermain). Padahal ini memimpin sholat dengan jamaah yang banyak. Bayangkan jika kita yang jadi imam.

Contoh lain, dari Aisyah. Saya pernah bermain dengan anak perempuan yang lain di rumah Rosul. Bermain membuat boneka. Begitu rosul masuk rumah, teman Aisyah bersembunyi di balik kelambu. Rosul menyuruh melanjutkan main2 nya. Contoh lain, dari Anas bin Malik. Saat itu rosul masuk rumah. Anas punya saudara, dipanggil aba umair. Umair punya hewan peliharaan burung. Saat itu burung umair mati, Umair sedih sekali. maka rosul bertanya apa yang terjadi? Mendengar jawbaan, rosul ikut berbela sungkawa, mengatkan yaa aba umair, apa yang sudah dilakukan burung kecil itu? Rosul ikut berempati, meskipun itu anak kecil, meskipun yang mati itu hewan bukan orang.

Hikmah dari hadist di atas adalah : (1) Boleh bersendau gurau kecil dengan anak (2) boleh memelihara burung, yang penting dirawat (3) mengajak bicara sesuai dengan perkembangan akal pikirannya (4) berempati pada anak, merasakan apa yang dirasakan anak. (5) boleh memanggil anak dengan panggilan lain dengan syarat orang yang dipanggil menerimanya dengan senang hati. Boleh bercanda, asal jujur. Berhati-hatilah, jangan suka berjanji kepada anak kecil. Jika berjanji tapi tidak dipenuhi, otomatis mengajari anak kecil berbohong, tidak jujur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar