Kamis, 15 April 2021

Bercanda bersama sahabat

 

Ketika Alloh berbicara tentang puasa dalam Al Qur’an, jumlahnya sedikit, tetapi pilihan katanya LUAR BIASA. Jika membaca ayat puasa, kita terasa terpanggil berarti masih ada iman. Kewajiban puasa bukan untuk umat ini saja, tetapi juga disyariatkan pada umat terdahulu. Iman kita jadi aktif jika gembira menyambut Romadhon.

Berikut contoh - contoh candaan Rosul pada sahabat.

Contoh 1. Dari anas bin malik. Suartu ketika ada seseorang yang minta onta yang besar pada nabi. Nabi menjawab; iya saya akan beri anak onta. Sahabat itu sedih. Apa yang bisa gunakan kalau hanya anak onta, barang saya banyak. Jawab nabi, apakah yang melahirkan onta itu ada yang lain, selain onta? Apa mesti anak onta itu selalu kecil? Anak onta yaa onta juga. Akhirnya sahabat itu tersenyum puas. Rosul tidak berbohong, memang benar begitu.

Contoh 2. Ada seorang tua datang kepada nabi, perempuan itu berkata. Wahai rosul bedoalah kepada Alloh agar memasukkan aku ke syurga. Rosul menjawab, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang yang tua-tua. Orang itu takut sekali, memalingkan muka dan menangis, menjauh dari rosul. Kemudian rosul menyuruh sahabat, tolong disampaikan ke ibu tua itu, maksudnya yang ada disyurga itu muda semua (Al Waqiah 35 – 27). Siapapun yang masuk syurga muda semua, tidak ada yang tua.

Contoh 3. Orang terpandang suka humor dari golongan anshor (Usaid). Ketika berincang dengan yang lain membuat teman2nya tertawa. Rosul membawa kayu kecil dan menusukkan diatas perut di bawah dada. Usaid mengatakan, wahai rosul saya harus membalas. Yang lain bilang sabar ... sabar. Biarkan dia, kata rosul. Wahai rosul tadi saya tidak pakai baju, rosul juga harus lepas baju. Akhirnya rosul membuka baju, tiba-tiba usaid memeluk dan mencium kulit rosul. Ya rosul, ini yang saya inginkan (memelukmu). Sahabat yang lain tidak memikir sampai di situ.

Contoh 4. Rosul memanggil sahabat dengan nama panggilan lain. Memanggil anas bin malik (10 – 20 tahun). Agar dia menyimak dengan baik, rosul memanggil wahai yang punya dua telingga. Ali saat tidur di masjid, badanya penuh debu, dipanggil bangun wahai bapaknya tanah. Ali senang, tidak tersinggung. Abu hurairoh dipanggil bapak pecinta kucing, abu khudaifah dipanggil wahai yang sering tidur, dst. Berguraunya rosul itu bersahabat dan tidak menyakitkan. Aisyah dipanggil, wahai yang aktif, dst. Jangan memmanggil dengan nama panggilan yang tidak disenangi.

Contoh 5. Perang khaibar selesai. Abdulloh menemukan bejana yang berisi minyak, langsung diambil dan mengatakan ke sahabat lain. Ini adalah milik saya bukan yang lain karena saya yang menemukan. Rosul tersenyum. Humor mereka sedikit, tidak terus terusan.

 

Contoh 6. Anas berkata, ada seorang laki-laki (zahir), orang kampung. Pernah memberi hadiah pada Nabi. Rosul senang pada hadiah dan orang yang memberi hadiah. Walau mukanya paling jelek dibanding para pemuka Arab. Suatu saat dia ke pasar menjual sesuatu, rosul memeluk dari arah belakang, zahir tidak melihatnya. Lepaskan aku, siapa kamu? Setelah menoleh, zahir menepuk punggung rosul, menandakan permohonan maafnya. Rosul hanya bercanda. Setelah itu rosul berkata, siapa yang mau membeli hamba sahaya ini? Zahir, berkata wahai rosul siap yang mau dengan saya, saya tidak ada harganya. Di hadapan Alloh, kamu sangat mahal. Penting apresiasi untuk siswa, walau sedikit (sebentar).

Contoh 7. Ummu aiman berkata, wahai rosul sesungguhnya suami saya memanggil anda. Apakah benar suamimu itu ada putih2nya di mata nya itu? Saking takutnya, dia pulang dan membuka mata suaminya saat tiduran. Kembali lagi ke rosul. Bukannya semua orang ada putihnya di matanya? Begitu candaan rosul.

Contoh 8. Saya mendatangi rosul di perang tabuk (diikuti rosul). Waktu itu rosul ada di kemah sempit. Auf bin Malik memberi salam, nabi menjawab. Masuklah. Auf punya selera humor tinggi. Saya masuk ini, seluruh badan saya atau kepala saya saja?. Rosul menjawab, semuanya.

Contoh 9. Nuaiman membeli sesutau ke pasar dan berkata ke penjual, nanti yang membayar rosululloh yaa? Penjual walau sungkan akhirnya menagih ke rosul. Lho siapa yang beli? Dijawab nuaim, akhirnya rosul membayar sambil tersenyum.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar