Ketika Alloh berbicara tentang puasa dalam Al Qur’an,
jumlahnya sedikit, tetapi pilihan katanya LUAR BIASA. Jika membaca ayat puasa,
kita terasa terpanggil berarti masih ada iman. Kewajiban puasa bukan untuk umat
ini saja, tetapi juga disyariatkan pada umat terdahulu. Iman kita jadi aktif
jika gembira menyambut Romadhon.
Contoh 1. Dari anas bin malik. Suartu
ketika ada seseorang yang minta onta yang besar pada nabi. Nabi menjawab; iya
saya akan beri anak onta. Sahabat itu sedih. Apa yang bisa gunakan kalau hanya
anak onta, barang saya banyak. Jawab nabi, apakah yang melahirkan onta itu ada
yang lain, selain onta? Apa mesti anak onta itu selalu kecil? Anak onta yaa
onta juga. Akhirnya sahabat itu tersenyum puas. Rosul tidak berbohong, memang
benar begitu.
Contoh 2. Ada seorang tua datang
kepada nabi, perempuan itu berkata. Wahai rosul bedoalah kepada Alloh agar
memasukkan aku ke syurga. Rosul menjawab, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki
oleh orang yang tua-tua. Orang itu takut sekali, memalingkan muka dan menangis,
menjauh dari rosul. Kemudian rosul menyuruh sahabat, tolong disampaikan ke ibu
tua itu, maksudnya yang ada disyurga itu muda semua (Al Waqiah 35 – 27). Siapapun
yang masuk syurga muda semua, tidak ada yang tua.
Contoh 3. Orang terpandang suka
humor dari golongan anshor (Usaid). Ketika berincang dengan yang lain membuat
teman2nya tertawa. Rosul membawa kayu kecil dan menusukkan diatas perut di
bawah dada. Usaid mengatakan, wahai rosul saya harus membalas. Yang lain bilang
sabar ... sabar. Biarkan dia, kata rosul. Wahai rosul tadi saya tidak pakai
baju, rosul juga harus lepas baju. Akhirnya rosul membuka baju, tiba-tiba usaid
memeluk dan mencium kulit rosul. Ya rosul, ini yang saya inginkan (memelukmu). Sahabat
yang lain tidak memikir sampai di situ.
Contoh 4. Rosul memanggil sahabat
dengan nama panggilan lain. Memanggil anas bin malik (10 – 20 tahun). Agar dia
menyimak dengan baik, rosul memanggil wahai yang punya dua telingga. Ali saat
tidur di masjid, badanya penuh debu, dipanggil bangun wahai bapaknya tanah. Ali
senang, tidak tersinggung. Abu hurairoh dipanggil bapak pecinta kucing, abu
khudaifah dipanggil wahai yang sering tidur, dst. Berguraunya rosul itu
bersahabat dan tidak menyakitkan. Aisyah dipanggil, wahai yang aktif, dst. Jangan
memmanggil dengan nama panggilan yang tidak disenangi.
Contoh 5. Perang khaibar selesai.
Abdulloh menemukan bejana yang berisi minyak, langsung diambil dan mengatakan
ke sahabat lain. Ini adalah milik saya bukan yang lain karena saya yang
menemukan. Rosul tersenyum. Humor mereka sedikit, tidak terus terusan.
Contoh 6. Anas berkata, ada seorang
laki-laki (zahir), orang kampung. Pernah memberi hadiah pada Nabi. Rosul senang
pada hadiah dan orang yang memberi hadiah. Walau mukanya paling jelek dibanding
para pemuka Arab. Suatu saat dia ke pasar menjual sesuatu, rosul memeluk dari
arah belakang, zahir tidak melihatnya. Lepaskan aku, siapa kamu? Setelah menoleh,
zahir menepuk punggung rosul, menandakan permohonan maafnya. Rosul hanya bercanda.
Setelah itu rosul berkata, siapa yang mau membeli hamba sahaya ini? Zahir,
berkata wahai rosul siap yang mau dengan saya, saya tidak ada harganya. Di hadapan
Alloh, kamu sangat mahal. Penting apresiasi untuk siswa, walau sedikit (sebentar).
Contoh 7. Ummu aiman berkata,
wahai rosul sesungguhnya suami saya memanggil anda. Apakah benar suamimu itu
ada putih2nya di mata nya itu? Saking takutnya, dia pulang dan membuka mata
suaminya saat tiduran. Kembali lagi ke rosul. Bukannya semua orang ada putihnya
di matanya? Begitu candaan rosul.
Contoh 8. Saya mendatangi rosul
di perang tabuk (diikuti rosul). Waktu itu rosul ada di kemah sempit. Auf bin Malik
memberi salam, nabi menjawab. Masuklah. Auf punya selera humor tinggi. Saya masuk
ini, seluruh badan saya atau kepala saya saja?. Rosul menjawab, semuanya.
Contoh 9. Nuaiman membeli sesutau
ke pasar dan berkata ke penjual, nanti yang membayar rosululloh yaa? Penjual walau
sungkan akhirnya menagih ke rosul. Lho siapa yang beli? Dijawab nuaim, akhirnya
rosul membayar sambil tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar