Kamis, 29 April 2021

Mengajar dengan Sumpah

 

Berikutnya kita melanjutkan topik adabul Mualim, yakni tentang metode meyakinkan materi pembelajaran dengan sumpah. Kapan ini dipakai? Untuk meyakinkan peseta didik tentang pentingnya materi. Ada 80 menggunakan sumpahyang dilakukan Rosul. QS. Yunus 53. Sungguh Alq itu benar (haq). QS Saba:3. At Taghobun:7.

Hadist 1. Imam Muslim dari Abu Hurairah. Demi dzat yang jiwaku ada di tanganNya, kalian tidak akan masuk syurga, sampai kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling menyayangi diantara kalian. Maukan aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan akan terjadi saling kasih sayang, yaitu tebarkan salam. Ini menunjukkan bahwa masuk syurga syaratnya iman, syarat iman harus ada saling mencintai saudara seiman.

 Pelajaran pertama, penting menebarkan salam. Ini awal tumbuhnya rasa mencintai. Saling mendoakan dan saling menanyakan kabar. Sahabat Abduloh bin Umar senang pergi mendatangi perkumpulan hanya untuk menyampaikan salam dan menanyakan kabar. Hanya untuk itu. Mengapa kamu tergesa-gesa begitu?, dijawab saya hanya ingin menemui kelompok orang, saya ingin menyampaikan salam dan menyapa mereka.

Pelajaran kedua hadist ini, kita disuruh saling mencintai, jangan memusuhi. Rosul tidak berkata, kamu tidak beriman sampai kamu puasa, atau sampai kamu menjalankan rukun islam, atau jihad, tapi sampai kalian saling mencintai. Mari kita tumbuhkan rasa cinta antar sesama seaqidah.

Pelajaran ketiga, dibolehkan bersumpah. Demi Alloh dst. Kita tidak boleh memaksa orang lain bersumpah, kecuali hakim.

Hadist 2. Riwayat Imam Muslim dari Sahabat Anas. Demi dzat yang jiwaku ada di tangannya. Seorang tidak beriman sampai mencintai tetangga (saudaranya) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Saudara disini adalah keumuman ukhuwah. Kecintaan tidak hanya sebatas yang beriman, termasuk pada yang kafir. Cinta dengan maksud mengharap dia masuk islam.

Hadist 3. Riwayat Imam Bukhori dari Abi suraih al kuzai. Demi Alloh tidak beriman diulangi lagi sampai 3 kali. Sahabat bertanya, siapa itu yang tidak beriman. Rosul menjawab, yaitu orang yang tetangganya merasa tidak aman atas keberadaannya. Tetangganya takut karena ada dia. Pastikan tetangga kita nyaman dan aman.

Mari memuliakan tetangga. Jangan sampai menyakiti tetangga dengan cara apapun. Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir hendaknya dia memuliakan tetangga. Jibril sering mengingatkan untuk memulyakan tetangga. Sering silaturohim, sering memberi sedekah. Sampai-sampai rosul menganggap Jibril menyuruh menyerahan warisan kepada tetangga. Ternyata tidak. Saking pentingnya berbuat baik pada tetangga.

Adab tetangga. Pertama, seringnya saling memberi, walaupun itu sedikit. Seandainya memasak, perbanyak airnya. Agar bisa diberikan ke tetangga. Kedua, harus senang jika diberi tetangga, meski sedikit atau kita suka itu. jangan tunjukkan sedih atau tidak suka. Terimalah dengan senang hati. Dahulu banyak orang sering saling memberi garam agar makanan tetangga lebih lezat. Ini untuk menumbuhkan rasa cinta pada tetangga.

Terakhir, semua yang disampaikan rosul adalah wahyu. Semua perkataannya itu mulia, jangan sampai kita meragukan, tertutama memuliakan tetangga. Sampai Rosul itu bersumpah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar