Setiap hal yang bersinggungan dengan Al Quran, akan penuh Keberkahan. Sebaik-baik pembicaraan adalah pembicaraan tentang Al Qur’an. Karena Al Qur’an itu kalam Alloh.
Kedudukan Al qur’an adalah sebagai berikut.
Pertama, Alqur’an adalah firman (wahyu) Alloh yg petama kali di dengar Rosul
(Al Alaq 1-5). Kedua, Al Qur’an turun di
malam terbaik, turun pada bulan terbaik, turun kepada rosul terbaik. Ketika rumah
dibacakan Al Qur’an, maka rumah akan menjadi lebih baik.
Dalam Surah Ar Rohman, ada satu kalimat yang
diulang. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustaan. Biasa suat ini
dinamakan Surat Ni’mah, surat tentang kenikmatan yang sangat banyak. Yang menarik
adalah bagian awal surat ini. Nikmat yang utama adalah Mengajarkan Al Qur’an.
Alloh SWT mendahulukan Al Qur’an sebelum
penciptaan kenikmatan2 yang lain.
Alqur’an dan hadist banyak membahas keutamaan
Alqur’an. Beberapa diantaranya: Pertama, Alloh mengangkat derajat seseorang di
syurga dengan Al Qur’an. Dikatakan pada pembaca Al Qur’an. Bacalah dan naiklah
ke syurga. Karena derajatmu di syurga tepat di akhir surat yang kamu baca. Di syurga
bukan lagi ladang beramal. Syurga tempat balasan amal. Di sini justru Alloh
memerintah penduduk syurga untuk membaca Al Qur’an. Orang kan merasakan kenikmatan
luar biasa ketika membaca Al qur’an. Hadist ini cukup menunjukkan betapa utamanya
dan mulianya Al qur’an.
Sesungguhnya Alloh memiliki ahlu (teman). Dan teman
Alloh adalah Alqur’an. Setiap yang membaca diistimewakan. Untuk menjadi ahlu,
pertama menjadikan hati kita siap menerima Alqur’an. Alloh tidak akan
menempatan Al Qur’an di tempat yang belum siap. Betaubatlah. Alloh mengetahui
kebaikan di hati kalian, maka siapkan hati kita untuk menerima kebaikan. Caranya
punya tekad semangat yang kuat untuk menjadi ahlulloh. InsyaAlloh Alloh akan
mendekatkan kita dengan Al Qur’an.
Kedua, kita harus mengetahui bagaimana Alqur’an
itu membekas di hati para shabat. Para sahabat, ketika baca, merasakan eakan Alqur’an
itu turun untuk dirinya, bukan untuk semua orang. Perintah yang ada di Alqur’an
mereka kerjakan. Sesungguhnya nasihat yang paling membekas di hatiku adalah
nasihat ayahku. Wahai anakku, bacalah alqur’an seakan akan alqur’an itu turun
pada dirimu sendiri. Perintah Alloh sangat besar, sehingga kita segera melaksanakan
itu.
Ketiga, konsisten membaca Al Qur’an, rutin
terus menerus. Kalau kita putus dengan Alqur’an maka kita bukan menjadi ahli
Qur’an. Jadikan Alqur’an sebagai teman. Carilah teman yang mau diajak berdiskusi
dan mendengar Alqur’an. Rosul memerintahkan Abdulloh ibnu Mas’ud untuk membaca
Al Qur’an. Mengapa engkau menyuruh saya membacakan untuk Anda. Bukankah alqur’an
itu turun kepada engkau? beliau kaget. Kemudian ibnu ma’ud membaca hingga rosul
meneteskan air mata. Ambil manfaat dari Alqur’an.
Semakin banyak membaca, semakin banyak manfaat
yang kita ambil. Alqur’an itu seperti buah kurma. Semakin lama kamu menggigit dan
mengunyah semakin lama kamu menikmati manisnya. Kalau langsung ditelas, tidak
akan menerima manisnya. Serperti itulah Al Qur’an.
Terakhir, Alqur’an itu seperti tali Aloh. Mari berkhayal,
alqur’an itu seperti tali yang turun dari langit. Barang siapa yang memegang tali
itu akan sampai ke Alloh an selamat. Barang siapa yang lalai dia akan celaka. Kisah
dalam Alqur’an jika bisa membuat kita menangis maka akan membuat hati kita menjadi
lembut. Di surah Hud, dikatakan, Kami kisahkan kepadamu agar bisa membuat hati
kamu menjadi kuat. Keselamatan didapat jika mengikuti petujuk dari Alloh
melalui Al Qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar