Al infithor (terbelah) urutan ke 82, terdiri 19 ayat. Terbelahnya langit.
Manusia itu makhluk pelupa, oleh
karenanya harus sering diingatkan. Manusia itu unik, bisa menjadi lebih buas
dari binatang, bisa menjadi lembut. Saat ini ada manusia memangsa banyak
manusia.
Alqur’an merubah yang biasa
menjadi luar biasa. Al Qur’an itu Peringatan. Mengabaikan merendahkan berpaling
menentang sumber bencana yang paling dasyat. Manusia tidak pantas untuk kufur. Manusia
terbagi menjadi dua. Golongan kanan (ahli syurga) dan golongan kanan (ahli
neraka).
Langit akan terbelah dan hancur. Bentuk
past tense padahal belum terjadi. Maknanya pasti terjadi.
Bintang jatuh berguguran,
berserakan. Lautan diledakkan (meluap), super tsunami. Laut dibikin menyala. Kuburan
di bongkar, mayat dimuntahkan oleh bumi. Isi bumi (Tambang / permata) dan tubuh
manusia dikeluarkan. Anehnya semua panik tidak butuh emas dan permata itu.
Saat itu manusia sadar, namun
terlambat. Tergambar apa yang sudah dilakukan selama hidup, termasuk apa saja
yang dilanggar dan dilalaikan. Semua yang kan terjadi diungkap oleh al qur’an
apa adanya.
Wahai manusia, apa yang membuat
kamu terpesona sehingga lupa akan Robbu yang memberi penghidupan kamu? Yang sangat
pemurah. Segala kebutuhan diberikan tanpa pamrih. Apa yang menipu kamu. Apa yang
memperdayakan kamu. Sehingga lupa pada Tuhanmu yang memberikan segala-galanya.
Al Qur’an untuk pengingat. Saat ini banyak yang tidak bisa membaca dan tidak
mau membaca. Saat mati, orang lain di suruh membacakan untuknya.
Padahal Alloh lah menciptakan
kita dari tanah. Lihat awal penciptaanmu. Tidak bisa melihat, tidak bisa
mendengar, tidak bisa lahir. Kalau kambing hari ini lahir, hair ini berdiri,
hari ini berlario, hari ini makan sendiri. Setelah kita diberi ruh, kemudian
diberi pendengaran, baru penglihatan (setelah 30 hari). Baru kemudian akal,
mata hati (diberi puluhan tahun). Baru menjadi manusia sempurna. Membuat kita
seimbang. Ingat; telinga adalah organ yang menentukan keseimbangan tubuh. Telinga
lebih fungsional dari mata. Tapi banyak yang lupa akan proses penciptaan. Saat kita
dibangkitkan juga dengan suara (sangsakala). Bergegas memenuhi panggilan. Hari ini,
kita komunikasi jarak jauh bukan dengan mata tapi dengan telinga.
Bentuk manusia itu Alloh yang
menentukan, tidak ada keterkaitan dengan orang tua. Semua kehendak Alloh. Kita tidak
dilibatkan dalam membentuk fisik kita. Anehnya, banyak yang mendustakan. Jangan
sekali kali mendustakan ad-diin (agama, balasan, hari kiamat). Kiamat diketahui
dari agama, tidak dari ilmu-ilmu yang lain (matematika, sains dll).
Kita selalu disertai para penjaga
(pengawal), malaikat roqib dan atid yang ditugaskan mengawasi mencatat semua
amal perbuatan. Juga kita disertai syetan, menggoda terus menerus. Nabi rosul
dijaga malaikat sehingga ma;sum. Kalau kita bebas, pilih ajakan malaikat atau
ajakan syetan. Apapun yang kita perbuat tercatat. Tidak bisa bersembunyi dari
malaikat.
Akhir manusia terbagi 2 golongan.
Orang baik, sholihin pasti di dalam tempat yang penuh kenikmatan yang abadi. Tentu
setelah melalui hisab (interogasi). Ditimbang amal perbuatan. Ada yang tidak
percaya. Amal kon ditimbang, pakai apa? Padahal sekarang sudah terbukti, contoh
strum listrik bisa ditimbang, suara bisa ditimbang pakai pulsa. Orang yang
durhaka ada dalam jahiim, neraka yang membakar. 70x panas api di bumi. Padahal panas
di bumi bisa 7000 derajat. Mereka memasuki pada hari pembalasan.
Saat ini ada yang sudah disyurga.
Ja’far bin abi tholib (saudara ali bi abi tholib) saat perang mu’tah, gugur. Kata
rosul, ja’far sudah di syurga tanpa hisab. Tidak ada seorangpun lari dari
hisab, hukuman. Rukun iman yang sering diulang-ulang adalah iman kepada Alloh
dan iman kepada hari akhir. Ingat kiamat berarti ingat pembalasan, sebagai
pengendali perilaku seseorang. Hari pembalasan sampai diulang dua kali. Berarti
penting. Yaitu hari yang tidak ada kuasa lagi. Sekecil apapun kekuasaan. Saat itu
kekuasaan hanya milik Alloh SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar