Jumat, 23 April 2021

Miniatur Kiamat

 Al infithor (terbelah) urutan ke 82, terdiri 19 ayat. Terbelahnya langit.

Manusia itu makhluk pelupa, oleh karenanya harus sering diingatkan. Manusia itu unik, bisa menjadi lebih buas dari binatang, bisa menjadi lembut. Saat ini ada manusia memangsa banyak manusia.

Alqur’an merubah yang biasa menjadi luar biasa. Al Qur’an itu Peringatan. Mengabaikan merendahkan berpaling menentang sumber bencana yang paling dasyat. Manusia tidak pantas untuk kufur. Manusia terbagi menjadi dua. Golongan kanan (ahli syurga) dan golongan kanan (ahli neraka).

Langit akan terbelah dan hancur. Bentuk past tense padahal belum terjadi. Maknanya pasti terjadi.

Bintang jatuh berguguran, berserakan. Lautan diledakkan (meluap), super tsunami. Laut dibikin menyala. Kuburan di bongkar, mayat dimuntahkan oleh bumi. Isi bumi (Tambang / permata) dan tubuh manusia dikeluarkan. Anehnya semua panik tidak butuh emas dan permata itu.

Saat itu manusia sadar, namun terlambat. Tergambar apa yang sudah dilakukan selama hidup, termasuk apa saja yang dilanggar dan dilalaikan. Semua yang kan terjadi diungkap oleh al qur’an apa adanya.

Wahai manusia, apa yang membuat kamu terpesona sehingga lupa akan Robbu yang memberi penghidupan kamu? Yang sangat pemurah. Segala kebutuhan diberikan tanpa pamrih. Apa yang menipu kamu. Apa yang memperdayakan kamu. Sehingga lupa pada Tuhanmu yang memberikan segala-galanya. Al Qur’an untuk pengingat. Saat ini banyak yang tidak bisa membaca dan tidak mau membaca. Saat mati, orang lain di suruh membacakan untuknya.

Padahal Alloh lah menciptakan kita dari tanah. Lihat awal penciptaanmu. Tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa lahir. Kalau kambing hari ini lahir, hair ini berdiri, hari ini berlario, hari ini makan sendiri. Setelah kita diberi ruh, kemudian diberi pendengaran, baru penglihatan (setelah 30 hari). Baru kemudian akal, mata hati (diberi puluhan tahun). Baru menjadi manusia sempurna. Membuat kita seimbang. Ingat; telinga adalah organ yang menentukan keseimbangan tubuh. Telinga lebih fungsional dari mata. Tapi banyak yang lupa akan proses penciptaan. Saat kita dibangkitkan juga dengan suara (sangsakala). Bergegas memenuhi panggilan. Hari ini, kita komunikasi jarak jauh bukan dengan mata tapi dengan telinga.

Bentuk manusia itu Alloh yang menentukan, tidak ada keterkaitan dengan orang tua. Semua kehendak Alloh. Kita tidak dilibatkan dalam membentuk fisik kita. Anehnya, banyak yang mendustakan. Jangan sekali kali mendustakan ad-diin (agama, balasan, hari kiamat). Kiamat diketahui dari agama, tidak dari ilmu-ilmu yang lain (matematika, sains dll).

Kita selalu disertai para penjaga (pengawal), malaikat roqib dan atid yang ditugaskan mengawasi mencatat semua amal perbuatan. Juga kita disertai syetan, menggoda terus menerus. Nabi rosul dijaga malaikat sehingga ma;sum. Kalau kita bebas, pilih ajakan malaikat atau ajakan syetan. Apapun yang kita perbuat tercatat. Tidak bisa bersembunyi dari malaikat.

Akhir manusia terbagi 2 golongan. Orang baik, sholihin pasti di dalam tempat yang penuh kenikmatan yang abadi. Tentu setelah melalui hisab (interogasi). Ditimbang amal perbuatan. Ada yang tidak percaya. Amal kon ditimbang, pakai apa? Padahal sekarang sudah terbukti, contoh strum listrik bisa ditimbang, suara bisa ditimbang pakai pulsa. Orang yang durhaka ada dalam jahiim, neraka yang membakar. 70x panas api di bumi. Padahal panas di bumi bisa 7000 derajat. Mereka memasuki pada hari pembalasan.

Saat ini ada yang sudah disyurga. Ja’far bin abi tholib (saudara ali bi abi tholib) saat perang mu’tah, gugur. Kata rosul, ja’far sudah di syurga tanpa hisab. Tidak ada seorangpun lari dari hisab, hukuman. Rukun iman yang sering diulang-ulang adalah iman kepada Alloh dan iman kepada hari akhir. Ingat kiamat berarti ingat pembalasan, sebagai pengendali perilaku seseorang. Hari pembalasan sampai diulang dua kali. Berarti penting. Yaitu hari yang tidak ada kuasa lagi. Sekecil apapun kekuasaan. Saat itu kekuasaan hanya milik Alloh SWT.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar