Sabtu, 25 Juli 2020

Masuk syurga bersama Rosul


Kajian Tafsir Tematik QS. An nisa 69 - 70


Inilah Kunci Menjadi Ahli Surga yang Jarang diketahui, Sahabat ...
Masuk syurga  yang tiket kita sama dengan tiket nya Rosul. Mungkinkah itu? ternyata bisa. Sungguh engkau orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri, bahkan lebih aku cintai daripada saudaraku sendiri. Ya Rosul, sungguh ketika ada di rumah, ketika teringat akan dirimu, maka aku tidak tahan untuk segera menemuimu. Namun ketika aku ingat mati, ketika engkau wafat, pasti engkau di syurga di kelas VVVIP, sementara aku belum tentu masuk syurga.. kalaupun akan masuk syurga kelas paling bawah. Sehingga aku rindu engkau, tentu aku sulit menemuimu lagi. Mendengar itu rosul terdiam. Tidak bisa menjawab dengan segera. Dan akhirnya Alloh menjawab di An-Nisa 69-70. Dan siapapun taat tanpa reserve kepada Alloh dan Rosul, maka mereka itu akan dikumpulan Alloh dengan orang yang pasti diberi kenikmatan syurga, siapakah itu? para nabi, para siddiqin (kira-kira seperti abu bakar assiddiq), para syuhada, para sholihin.

Abu bakar ketika diberi tahu bahwa rosul habis melakukan perjalanan ke palestina pergi pulang kurang dalam semalam jawabnya di luar dugaan kaum kafir saat itu. Kalau yang bicara itu Muhammad, saya percaya. Karena itu pasti benar, datangnya dari Alloh SWT. Lho, apakah kamu percaya? Jangankan seperti itu, yang lebih dari itupun, kalau yang bicara Muhammad, saya percaya. Beda dengan informasi dari kaum munafiq dan orang kafir harus check dan rechek apalagi itu tentang Al Qur’an. Itulah abu bakar, sampai nabi berkomentar Andai aku diizinkan mengambil kekasih, tentu aku memilih abu bakar.

Jadi agar bisa ke syurga bersama rosul syaratnya patuh pada Alloh dan Rosul. Pasti semua bisa dan mampu karena sudah diukur sama Alloh. Jadi masalahnya bukan pada kemauan tapi kemauan. Kenapa kita bisa ke syurga sama rosul karena karunia Alloh SWT. Dan cukuplah Alloh yang MAHA TAHU. Tahu siapa yang layak dan siapa yang tidak.

Pernahkah kita memohon masuk syurga bersama rosul, para siddiqin dan para syuhada? Ternyata banyak yang tidak menyadari. Sebenarnya tiap hari minimal 17 kali memohon kepada Alloh agar dimasukkan syurga bersama Rosulullloh. Di dalam setiap rokaat kan harus membaca Al Fatihah, di akhir ayat itu ihdinas sirotul  ustaqiim. Tetapkan kami dalam jalan yang lurus (Islam + Al Qur’an), yaitu jalannya orang-orang yang pasti mendapat nikmat (syurga) bukan yang dimurkai (tahu jalan yg benar tapi mengingkari) dan bukan jalan orang yang sesat. Begitu pun kalimat Allohu Akbar, selain Alloh kecil semuanya. Sehingga orang islam pasti optimis, tidak usah berkeluh kesah.

Menurut para ulama’, bagi orang yang beriman tapi masih punya dosa. Tidak langsung masuk syurga. Transit dulu ke neraka, sampai dosanya habis dulu, apalagi kalau dosanya lebih besar dari pahalanya. Kalau sudah di syurga apapun kelasnya, kenikmatannya tidak pernah terbesit dalam hati, tidak ada lagi kewajiban, apapun yang diinginkan langsung datang tanpa berusaha.

Agar kita berorientasi syurga, kita harus benar-benar mengenal Alloh. Menanam aqidah dengan rububiyah. Kita hanya menelan makanan, tapi yang mengolah memproses di perut itu Alloh, tanpa campur tangan kita. Begitu juga proses tumbuh tanaman. Melihat apapun harus begitu. Ketika kita ada orang berjalan, sistem jantung, paru-paru, otot dan sebagainya  itu dari Alloh SWT. Semua bukan atas kendali kita.

Banyak orang yang hafal hadis tapi murtad. Karena tidak memahami dengan utuh Islam. Di eropa banyak ditemui nilai islam tapa tidak banyak orang islam. Di mesir, banyak orang islam, tapi tidak ada nilai-nilai keislaman. Seperti dalam surat Al Ma’un. Orang yang merugi, yaitu orang yang tidak punya kepedulian sosial tidak mau berbagi (yatim dan muslim). Celakalah orang yang sholat (neraka wail). Sholatpun tidak menjamin, kalau lalai dalam sholatnya. Dikunci mati hatinya.

Jasa yang terbesar adalah jasa dari Alloh dan Rosul, kemudian jasa orang tua. Agar bisa mencintai rosul, ingatlah jasa rosul pada kita. Ada yang merasa bermimpi bertemu Rosul. Barang siapa yang bermimpi dengan saya (Rosul), itu adalah benar, karena rosul tidak bisa diserupai oleh syetan. Itu dianugerahi Alloh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar