Kajian
Tafsir Tematik QS. An nisa 69 - 70
Masuk syurga
yang tiket kita sama dengan tiket nya Rosul. Mungkinkah itu? ternyata
bisa. Sungguh engkau orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri,
bahkan lebih aku cintai daripada saudaraku sendiri. Ya Rosul, sungguh ketika
ada di rumah, ketika teringat akan dirimu, maka aku tidak tahan untuk segera
menemuimu. Namun ketika aku ingat mati, ketika engkau wafat, pasti engkau di
syurga di kelas VVVIP, sementara aku belum tentu masuk syurga.. kalaupun akan masuk syurga kelas paling bawah. Sehingga aku rindu engkau, tentu aku sulit
menemuimu lagi. Mendengar itu rosul terdiam. Tidak bisa menjawab dengan segera.
Dan akhirnya Alloh menjawab di An-Nisa 69-70. Dan siapapun taat tanpa reserve
kepada Alloh dan Rosul, maka mereka itu akan dikumpulan Alloh dengan orang yang
pasti diberi kenikmatan syurga, siapakah itu? para nabi, para siddiqin (kira-kira seperti abu bakar assiddiq), para syuhada, para sholihin.
Abu bakar ketika diberi tahu bahwa rosul habis
melakukan perjalanan ke palestina pergi pulang kurang dalam semalam jawabnya di
luar dugaan kaum kafir saat itu. Kalau yang bicara itu Muhammad, saya percaya.
Karena itu pasti benar, datangnya dari Alloh SWT. Lho, apakah kamu percaya?
Jangankan seperti itu, yang lebih dari itupun, kalau yang bicara Muhammad, saya
percaya. Beda dengan informasi dari kaum munafiq dan orang kafir harus check
dan rechek apalagi itu tentang Al Qur’an. Itulah abu bakar, sampai nabi
berkomentar Andai aku diizinkan mengambil kekasih, tentu aku memilih abu bakar.
Jadi agar bisa ke syurga bersama rosul
syaratnya patuh pada Alloh dan Rosul. Pasti semua bisa dan mampu karena sudah
diukur sama Alloh. Jadi masalahnya bukan pada kemauan tapi kemauan. Kenapa
kita bisa ke syurga sama rosul karena karunia Alloh SWT. Dan cukuplah Alloh
yang MAHA TAHU. Tahu siapa yang layak dan siapa yang tidak.
Pernahkah kita memohon masuk syurga bersama
rosul, para siddiqin dan para syuhada? Ternyata banyak yang tidak menyadari.
Sebenarnya tiap hari minimal 17 kali memohon kepada Alloh agar dimasukkan
syurga bersama Rosulullloh. Di dalam setiap rokaat kan harus membaca Al
Fatihah, di akhir ayat itu ihdinas sirotul
ustaqiim. Tetapkan kami dalam jalan yang lurus (Islam + Al Qur’an),
yaitu jalannya orang-orang yang pasti mendapat nikmat (syurga) bukan yang
dimurkai (tahu jalan yg benar tapi mengingkari) dan bukan jalan orang yang
sesat. Begitu pun kalimat Allohu Akbar, selain Alloh kecil semuanya. Sehingga
orang islam pasti optimis, tidak usah berkeluh kesah.
Menurut para ulama’, bagi orang yang beriman
tapi masih punya dosa. Tidak langsung masuk syurga. Transit dulu ke neraka,
sampai dosanya habis dulu, apalagi kalau dosanya lebih besar dari pahalanya.
Kalau sudah di syurga apapun kelasnya, kenikmatannya tidak pernah terbesit
dalam hati, tidak ada lagi kewajiban, apapun yang diinginkan langsung datang
tanpa berusaha.
Agar kita berorientasi syurga, kita harus benar-benar mengenal Alloh. Menanam aqidah dengan rububiyah. Kita hanya menelan makanan,
tapi yang mengolah memproses di perut itu Alloh, tanpa campur tangan kita.
Begitu juga proses tumbuh tanaman. Melihat apapun harus begitu. Ketika kita ada
orang berjalan, sistem jantung, paru-paru, otot dan sebagainya itu dari Alloh SWT. Semua bukan atas kendali
kita.
Banyak orang yang hafal hadis tapi murtad.
Karena tidak memahami dengan utuh Islam. Di eropa banyak ditemui nilai islam
tapa tidak banyak orang islam. Di mesir, banyak orang islam, tapi tidak ada nilai-nilai keislaman. Seperti dalam surat Al Ma’un. Orang yang merugi, yaitu orang yang
tidak punya kepedulian sosial tidak mau berbagi (yatim dan muslim). Celakalah
orang yang sholat (neraka wail). Sholatpun tidak menjamin, kalau lalai dalam
sholatnya. Dikunci mati hatinya.
Jasa yang terbesar adalah jasa dari Alloh dan
Rosul, kemudian jasa orang tua. Agar bisa mencintai rosul, ingatlah jasa rosul
pada kita. Ada yang merasa bermimpi bertemu Rosul. Barang siapa yang bermimpi
dengan saya (Rosul), itu adalah benar, karena rosul tidak bisa diserupai oleh
syetan. Itu dianugerahi Alloh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar