Jumat, 10 Juli 2020

Masuk surga rame-rame

NAMA,TINGKATAN, PENGHUNI SURGA | KISAH ISLAM

Ini topik menarik, karena semua manusia ingin masuk surga. Informasi di Al Qur’an tentang segala hal yang menakutkan dengan yang menggembirakan itu seimbang. Orang muttaqin lebih tinggi dari beriman. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan (QS: 52:17)

Di surga tidak ada yang menggelisahkan apalagi yang menyakitkan. Kenikmatan itu umumnya berupa tempat tinggal, kemudian makanan, terus pakaian dst. Tidak ada kesusahan sama sekali. Digunakannya kata benda untuk tempat tinggal di surga, karena untuk bersenang-senang selamanya. Kalau pakai kata kerja, terbatas waktu (ada past, present, future). Kenikmatan surga tidak ada padanannya dengan kesenangan dunia. Mereka diselamatkan (dijaga) dan dipelihara oleh Tuhan mereka dari adzab neraka jahim. Puncak kenikmatan saat itu ada 2, yaitu ada di surga dan selamat dari neraka.

Jagalah dirimu dan keluarga dari api neraka. Jangan beriman sendirian, tetapi ajak juga keluarga kita. Malaikat akan menyambut mereka. Malaikat berkata: makanlah dan minumlah dengan penuh kenikmatan. Tidak ada makanan surga yang berakibat negatif. Berbeda dengan di dunia, gula itu manis tapi dampaknya bisa buruk bagi tubuh. Itu semua disebabkan karena amal perbuatan saat di dunia. Penentu masuk ke surga adalah karunia dan rahmat Alloh yang wujudnya Al Qur’anul Kariim. Meskipun dosanya lebih banyak dari pahala, akhirnya akan dimasukkan ke surga juga, karena karunia Al Qur’an. Maka jangan sia-sikan Al Qur’an. Tapi ingat, modal utamanya adalah keimanan dan amal sholih.

Berikutnya gambaran tempat tinggal di surga. Ada tempat untuk bersandar dan bersantai yang tertata rapi. Terbuat dari emas dihiasi batu permata dan mutiara. Dan diberi pasangan hidup yang jelita. Di surga itu tidak ada cemburu, cemburu hanya ada di dunia. Istri solihah itu jadi ratunya bidadari. Bagi yang beriman, namun belum sempat berbuat amal kebaikan. Iman yang elementer, masih tipis, tapi jika dia mempunyai anak keturunan yang juga beriman, maka yang bersangkutan dimasukkan surga dan diberi kenikmatan surga yang setara dengan anak keturunannya. Hal ini  karena doa anak turunmnya. Ini artinya seorang anak bisa meningkatkan derajat orang tua. Begitu pun sebaliknya. Anak bisa mendapat kenikmatan setara dengan level orang tuanya yang disurga, karena doa orang tuanya. Tidak sedikitpun mengurangi amalan (pahala) orang tuanya. 

Setiap orang itu tergantung pada amal usahanya, ini  menentukan nasibnya di akhirat. Penghuni neraka kalau punya iman, walaupun sedikit tetap akhirnya akan diangkat ke surga. Karena rahmat dan rohimnya Alloh SWT. Tentu dosanya harus dibakar dulu di neraka. Ingat, jika kulit terbakar selalu diganti dengan kulit yang baru. Kenapa demikian, agar terus menerus merasakan pedihnya adzab. Secara ilmiah bisa dibuktikan. Ternyata jaringan syaraf yang merasakan sakit adalah kulit (permukaan),  tidak sampai daging.

Dan kami tambahkan kepada mereka (yang masuk surga) buah-buahan (termasuk sayur-sayuran). Ini protein nabati. Makanan surga itu pasti baik. Ditambah daging (protein hewani). Ditambah dengan segala makanan mereka suka. Segala yang menarik selera mereka, telah disediakan. Termasuk juga ada daging burung. Ini menngisyaratkan bahwa daging burung itu ada keistimewaannya. Berikutnya, mereka saling menawarkan kepada yang lain, gelas–gelas piala. Disana ada khamr. Khamr artinya penutup, yaitu menutup fungsinya akal. Apapun wujudnya, padat, cair, gas, atau permen dst. Tapi khamr di surga sama sekali tidak memabukkan. Tidak mengakibatkan ism (dosa). Di dunia laki-laki diharamkan pakai emas dan sutra, di surga laki-laki boleh memakainya. Dan itu sangat bermanfaat bagi fisik.

Gambaran kenikmatan lain, berkeliling diantara mereka, remaja sebagai pelayan-pelayan yang kegantengannya tak tertandingi. warna kulitnya seperti mutiara yang tersimpan. Kalau pelayannya seperti itu, bagaimana yang dilayani. Kata Rosul: bagaikan bulan dan bintang. Maka tentu tidak ada rasa khawatir, takut, gelisah, stress. Stress hanya di dunia. Orang beriman seharusnya tidak mengenal stress. Mereka saling bercengkrama antar sesama. Mereka saling bertanya. Dulu ngapaian saja di dunia kok sekarang di surga yg penuh kenikmatan?. Mereka berkata, sungguh kami dulu di dunia, kami di tengah-tengah anggota keluarga, kami  merasa takut adzab neraka. Menjaga diri, selalu tunduk patuh pada Alloh SWT. 

Jadi takut itu boleh. Takutlah hanya pada Alloh, malah hal ini diperintahkan. Tidak boleh takut selain Alloh. Pada saat Umar bin Khottob mengangkat panglima pada seseorang, anehnya orang tersebut malah memberi syarat pada Umar. Kalau jabatan itu di tempat basah jangan tawarkan ke aku. Dia punya 25 ribu pasukan untuk melawan musuhnya yang berjumlah 150 ribu, 6x lipat. Kalau untuk berperang di jalan Alloh berikan ke aku. Dia tidak takut mati sama sekali. Dia beranggapan mati itu segera ketemu Alloh.

Berikutnya Alloh memberi anugerah, diselamatkan dari adzab neraka yang sangat panas. Sungguh dulu waktu di dunia selalu beribadah kepada Alloh SWT. Ternyata kisah mereka itu sama ketika di dunia, taat sama Alloh dan takut pada adzab. Kuncinya, jangan sampai mempertuhankan selain Alloh termasuk hawa nafsu. Musrik itu penghalang seseorang masuk syurga. Jadi insyaAlloh kita bisa masuk surga beserta anak turun kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar