Kajian Tafsir Tematik
QS: Ra’du 13: 18 - 34
Ini topik tentang masuk surga dan dipertemukan
dengan nenek moyang dan leluhur kita. Syaratnya sama, yaitu iman yang benar.
Bagi orang yang selalu menyambut (mentaati) panggilan Alloh mendapatkan al
husna (bentuk superlatif dari al ahsan) artinya tempat TERBAIK, dengan
fasilitas TERBAIK. Ini populer dengan sebutan surga. Dan jihadah, tambahan
bonus khas yaitu bisa melihat Alloh SWT.
Sementara di dunia jangankan melihat Alloh, melihat nyawa kita sendiri
saja tidak mampu. Sebaliknya yang tidak patuh, durhaka pada Alloh, tidak
beriman apalagi bertaqwa, sungguh jika punya kekayaan seluruh isi bumi atau
setara dengan itu, bahkan 2 kali lipat dari itu, maka tidak akan bisa menyelamatkan
dari siksa neraka. Tidak kan bisa menebus iman. Tentu tebusan itu tidak
diterima Alloh dan tak ada orang yang sanggup memenuhi tebusan itu, bahkan
untuk ukuran negara. Mereka akan mendapatkan hisab yang buruk, dan tempatnya di
neraka jahanam (tempat paling bawah dan paling panas). Dan itulah seburuk-buruk
tempat kembali.
Apakah sama orang yang tahu kebenaran Al Qur’an
dengan orang yang tidak tahu (buta hati)? Sungguh yang akan mendapatkan
pelajaran atau hikmah hanyalah para ulul albab, yaitu (1) orang berakal yang
sehat, dan selalu mefungsikan akalnya untuk mengambil pelajaran. Jalan menuju
surga hanya satu yaitu sirotol mustaqqim. Yaitu yang memenuhi menepati
janji-janji Alloh, yang pertama mentauhidkan Alloh SWT dan beramal sholeh, dan
yang kedua, tidak mengkhianati janji yang sudah diperkuat. Seperti janjinya
bani isroil dengan diangkatnya gunung tsur, dan ketiga, tidak pernah melanggar
apapun tentang janji tersebut.
(2) Dan orang-orang yang menyambung
(silaturrakhim). Kita semua berasal satu rahim, yaitu dari rahimnya ibu hawa.
Gambaran hubungan orang tuau dengan anak itulah hubungan ideal. Diberikan tanpa pamrih.
Mengorbankan apapun. Atau seperti hubungan Alloh pada makhluknya. (3) Dan punya
perasaan takut kepada adzab dan hisab Alloh, utama saat melanggar janji dan
laranganNya. (4) orang-orang yang sabar, semata mata mencari ridho Alloh.
Pamrih HANYA pada Alloh itu namanya ikhlas (ikhlas = murni). Ada 3 macam sabar,
yaitu sabar dalam ketaatan dan sabar meninggalkan maksiat dan (3) saat detik
pertama menerima musibah .
Ada 2 hal yang satu hak Alloh (vertikal) satunya
hak manusia (horizontal). Pertama, selalu menegakkan sholat, dalam kondisi
bagaimanapun. Kedua, berinfak, baik dirahasiakan maupun disampaikan dengan
terang-terangan, asal niatnya hanya pada Alloh, apalagi niatnya untuk memberi
contoh. Alloh tidak akan mengurangi jatah kita, disembuhkan penyakit, terhindar
dari bencana dst. Berikutnya membalas kejahatan dengan kebaikan. Minimal dengan
memberi maaf.
Ulul albab yang seperti itu tadi akan mendapat
tempat TERBAIK. Yaitu surga Adn, kekal dan abadi, yang akan mereka masuki
bersama leluhur dan nenek moyang mereka. Dipertemukan, tetapi yang beriman juga.
Kalau beda iman tidak berlaku. Bisa jadi iman kita belum memenuhi standar iman,
kita dapat subsidi doa dari leluhur kita.juga
Dan dipertemukan kembali dengan pasangan hidup mereka dan anak turun
mereka. Para malaikat salut akan datang dari arah segala penjuru, untuk
mengucapkan selamat, selamat berbahagialah kalian karena kesabaran kalian. Itulah
kenikmatan yang PALING istimewa. Karena kenikmatan surga itu belum pernah di
lihat mata, telinga, bahkan belum pernah terbetik dalam hati dan angan-angan
kita. Tidak bisa dengan dibandingkan dengan kenikmatan dunia yang paling TOP
sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar