Sabtu, 25 Juli 2020

Masuk Syurga bersama Leluhur


Kajian Tafsir Tematik 
QS: Ra’du 13: 18 - 34

Ini Dia, Manusia Terakhir yang Akan Memasuki Surga | Jatim TIMES
Ini topik tentang masuk surga dan dipertemukan dengan nenek moyang dan leluhur kita. Syaratnya sama, yaitu iman yang benar. Bagi orang yang selalu menyambut (mentaati) panggilan Alloh mendapatkan al husna (bentuk superlatif dari al ahsan) artinya tempat TERBAIK, dengan fasilitas TERBAIK. Ini populer dengan sebutan surga. Dan jihadah, tambahan bonus khas yaitu bisa melihat Alloh SWT.  Sementara di dunia jangankan melihat Alloh, melihat nyawa kita sendiri saja tidak mampu. Sebaliknya yang tidak patuh, durhaka pada Alloh, tidak beriman apalagi bertaqwa, sungguh jika punya kekayaan seluruh isi bumi atau setara dengan itu, bahkan 2 kali lipat dari itu, maka tidak akan bisa menyelamatkan dari siksa neraka. Tidak kan bisa menebus iman. Tentu tebusan itu tidak diterima Alloh dan tak ada orang yang sanggup memenuhi tebusan itu, bahkan untuk ukuran negara. Mereka akan mendapatkan hisab yang buruk, dan tempatnya di neraka jahanam (tempat paling bawah dan paling panas). Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Apakah sama orang yang tahu kebenaran Al Qur’an dengan orang yang tidak tahu (buta hati)? Sungguh yang akan mendapatkan pelajaran atau hikmah hanyalah para ulul albab, yaitu (1) orang berakal yang sehat, dan selalu mefungsikan akalnya untuk mengambil pelajaran. Jalan menuju surga hanya satu yaitu sirotol mustaqqim. Yaitu yang memenuhi menepati janji-janji Alloh, yang pertama mentauhidkan Alloh SWT dan beramal sholeh, dan yang kedua, tidak mengkhianati janji yang sudah diperkuat. Seperti janjinya bani isroil dengan diangkatnya gunung tsur, dan ketiga, tidak pernah melanggar apapun tentang janji tersebut.

(2) Dan orang-orang yang menyambung (silaturrakhim). Kita semua berasal satu rahim, yaitu dari rahimnya ibu hawa. Gambaran hubungan orang tuau dengan anak itulah hubungan ideal. Diberikan tanpa pamrih. Mengorbankan apapun. Atau seperti hubungan Alloh pada makhluknya. (3) Dan punya perasaan takut kepada adzab dan hisab Alloh, utama saat melanggar janji dan laranganNya. (4) orang-orang yang sabar, semata mata mencari ridho Alloh. Pamrih HANYA pada Alloh itu namanya ikhlas (ikhlas = murni). Ada 3 macam sabar, yaitu sabar dalam ketaatan dan sabar meninggalkan maksiat dan (3) saat detik pertama menerima musibah .

Ada 2 hal yang satu hak Alloh (vertikal) satunya hak manusia (horizontal). Pertama, selalu menegakkan sholat, dalam kondisi bagaimanapun. Kedua, berinfak, baik dirahasiakan maupun disampaikan dengan terang-terangan, asal niatnya hanya pada Alloh, apalagi niatnya untuk memberi contoh. Alloh tidak akan mengurangi jatah kita, disembuhkan penyakit, terhindar dari bencana dst. Berikutnya membalas kejahatan dengan kebaikan. Minimal dengan memberi maaf.

Ulul albab yang seperti itu tadi akan mendapat tempat TERBAIK. Yaitu surga Adn, kekal dan abadi, yang akan mereka masuki bersama leluhur dan nenek moyang mereka. Dipertemukan, tetapi yang beriman juga. Kalau beda iman tidak berlaku. Bisa jadi iman kita belum memenuhi standar iman, kita dapat subsidi doa dari leluhur kita.juga  Dan dipertemukan kembali dengan pasangan hidup mereka dan anak turun mereka. Para malaikat salut akan datang dari arah segala penjuru, untuk mengucapkan selamat, selamat berbahagialah kalian karena kesabaran kalian. Itulah kenikmatan yang PALING istimewa. Karena kenikmatan surga itu belum pernah di lihat mata, telinga, bahkan belum pernah terbetik dalam hati dan angan-angan kita. Tidak bisa dengan dibandingkan dengan kenikmatan dunia yang paling TOP sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar