Sabtu, 25 Juli 2020

Adab dengan Teman Sejawat (Mitra Kerja)


 Studio Pelangi (Foto+Video Shooting Semarang) - Kebutuhan Mitra ...
1.   Adab 1; Al ukhuwah fillah. Ikatan semata-mata karena Alloh. Sesungguhnya orang-orang beriman itu terikat dalam ukhuwah. Ukhuwah yang paling kuat adalah ukhuwah iman. Diceritakan dalam hadis, suatu saat nanti ada kaum yang bukan dari golongan para nabi, tapi kaum ini oleh para nabi dan para syuhada sangat dihargai posisi nya. Siapa mereka? Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Alloh, dan mereka wajahnya cerah dengan cahaya Alloh. Mereka tidak sedih ketika orang lain sedih. Mereka gembira ketika orang lain gembira. Oleh karena mitra dakwah itu adalah saudara seiman, maka yang harus betul-betul didasari karena Alloh.

2.   Adab 2; Harus berempati dalam suka dan duka. Jika mitra senang kita ikut senang juga, sebaliknya jika mitra kita sedih, kita harus berempati. Contoh, kisah sahabat Umar ketika bertemu rosul. Umar berkata, ketika aku datang, tiba-tiba rosul dan abu bakar sedang menangis. Wahai rosul, mengapa engkau menangis? juga sahabatmu, abu bakar. sungguh aku pasti akan ikut menangis. Jika aku tak tahu alasannya, aku juga tetap ikut menangis.

Kisah 2, Kaab bin malik, pernah berdosa, ketika tidak ikut perang , sehingga dihukum orang lain tidak boleh menemui kaab selama 50 hari, termasuk dengan istrinya, tidak boleh bercampur. Dia sedih. Setelah 50 hari, Kaab bertobat dan taubatnya diterima Alloh. Setalh 50 hari, bergegas menemui Rosul di masjid. Semua orang mengucapkan selamat. Tapi Talhah, bukan hanya mengucapkan selamat, tepai berdiri, merangkulnya dan bersalaman, Kaab berkata; sungguh ini sikap yang tak akan saya lupakan selama-lamanya.

Oleh karenanya, jika mitra dakwah dalam keadaan gembira, (pernikahan, lulus, putra lahir) kita harus ikut gembira juga. Sebaliknya jika kena musibah kita harus ber empati.

3.     Adab 3; saling berkunjung memperkuat ukhuwah. misalnya saling mengundang untuk buka bersama. Contoh 1. Hadis kutsi, Alloh berfirman; kecintaan saya wajib dimiliki untuk orang yang saling berkunjung semata-mata karena Alloh (2) ada seorang laki-laki berkunjung ke saudaranya di desa. Alloh mengirim malaikat, bertanya temannya. “engkau akan pergi kemana?” dijawab; saya ingin berkunjung ke saudara saya semata mata karena Alloh. Apakah ada keperluan yang harus saya engkau tunaikan? Tidak, semata-mata saya mencintai karena Alloh. Malaikat berkata; aku adalah utusan, Alloh sudah mencintaimu seperti engkau mencintai saudaramu.

4.     Adab 4: saling memberi nasihat. Artinya kita bisa menasehati mitra dakwah kita atau sebaliknya. Sahabat jarir berkata, aku telah berbaiat pada Rosul atas 3 hal, yakni menegakkan sholat, menunaikan zakat, saling memberi nasihat sesama saudara muslim. Kisah kedua, nabi muhammad setelah hijrah beliau mempersaudarakan kaum muhajirin dengan kaum anshor. Diantara nya abu darda dan salman al farisi. Salman berkunjung ke abu dardak. Salman melihat istri abu dardak tidak menyenangkan. Berkata salman, kenap keadaanmu seperti ini. Ini gara-gara saudaramu abu dardak, ia kebanyakan ibadah sehingga saya tidak di urusi. Ketika abu dardak mebuat makanan, Dia bilang, wahai kawan makan saja. Saya sedang puasa. Salman; saya tidak akan makan sampai kamu makan. Akhirnya mereka makan bersama. Ketika malam, dardak mau sholat. Salman bilang; tidurlah begitu beruang-ulang. Ketika di akhir malam, salman membangunkan dardak. Mereka berdua sholat lail. Salman menasehati; alloh punya hak yang harus kau penuhi, demikian dirimu dan keluarganya. Berilah yg punya hak. Ketika ini diceritakan kepada nabi, nabi berkata: Salman benar. Sahabat umar sering berdoa semoga Alloh menunjukkan aib-aibnya.

Adab penasihat:
a.    Harus ikhlas semata mata karena alloh, berharap pahala dari Alloh saja bukan yang lain.
b.    Meyakinkan bahwa mitra betul2 bersalah. Jangan sampai memberi nasihat pada orang yang tidak bersalah.nasihat hanya untuk yang benar-benar butuh nasihat.
c.    Ketika menasehati jangan menyakiti perasaan orang tersebut. Jangan memberi nasihat di depan orang banyak. Jika itu dilakukan, sama saj dengan menebarkan aib di depan orang lain. Sahabat hasan dan husen. Bertemu dengan orang tua, ketika berwudhu orang tersebut salah, Hsan dan Husin tidak menyalahkan langsung. Mereka mengunjungi, menyuruh menilai siapa yang wudhu nya paling baik. Hasan dan husein mempraktikkan wudhu yagng benar. Khirnya orang tua itu komentar; saya bersyukur 2 cucu rosul mengajarkan wudhu yang baik.
d.    Hendaknya memilih waktu dan tempat yang tepat.
e.    Cara yang lembut dan dengan perkataan yang lembut. Rosul jika menasehati seorang pasti dengan perkataan yang lembut dan tidak menyakiti perasaan

Adab yang dinasehati
a. menerima dengan lapang dada, tidak boleh sombong
b. bersyukur
c. senantiasa minta nasihat kepada mitra yang dianggap bijak

nasihat tidak selamanya ditujukan ketika ada kesalahan. Nasihat juga ntuk menunjukkan kebaikan. Jika punya informasi yang baik (ilmu dan dll) asalkan kebaikan, bisa disampaikan sebagai nasihat.

5.     Adab 5; saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. Rosul mengutus 2 guru, muadz bin jabal dan abu musa al asyari menjadi duta ke Yaman. Pesan nabi; buatlah mudah jangan dipersulit. Berilah berita yg baik. Saling tolong menolong dan jangan berselisih. Hal penting, guru tidak boleh berselisih dengan guru lain terutama di depan murid-muridnya. Meskipun diantara guru ada perbedaan tidak boleh ditunjukkan di depan murid-muridnya.

6.  Adab 6; menghindari yang dapat merusak hubungan. Fitnah, suudhon, ghibah, iri dengki, mengejek, sombong, menghina. Bisa jadi yang dihina lebih baik dari yang menghina.

Ada banyak adab guru, salah satu yang penting adalah memohon maaf jika melakukan kesalahan, ini sifat orang sholeh. Berikutnya mencari saudara kita yag tidak hadir dalam suatu majelis, mungkin dia sedang kesusahan. Terakhir, berlomba dalam kebaikan, dan ini sangat penting.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar