1. Adab 1; Al
ukhuwah fillah. Ikatan semata-mata karena Alloh. Sesungguhnya orang-orang beriman itu terikat dalam ukhuwah. Ukhuwah yang paling kuat adalah ukhuwah
iman. Diceritakan dalam hadis, suatu saat nanti ada kaum yang bukan dari
golongan para nabi, tapi kaum ini oleh para nabi dan para syuhada sangat dihargai
posisi nya. Siapa mereka? Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena
Alloh, dan mereka wajahnya cerah dengan cahaya Alloh. Mereka tidak sedih ketika
orang lain sedih. Mereka gembira ketika orang lain gembira. Oleh karena mitra
dakwah itu adalah saudara seiman, maka yang harus betul-betul didasari karena Alloh.
2. Adab 2; Harus
berempati dalam suka dan duka. Jika mitra senang kita ikut senang juga, sebaliknya
jika mitra kita sedih, kita harus berempati. Contoh, kisah sahabat Umar ketika
bertemu rosul. Umar berkata, ketika aku datang, tiba-tiba rosul dan abu bakar
sedang menangis. Wahai rosul, mengapa engkau menangis? juga sahabatmu, abu bakar.
sungguh aku pasti akan ikut menangis. Jika aku tak tahu alasannya, aku juga
tetap ikut menangis.
Kisah 2, Kaab bin malik, pernah berdosa, ketika tidak
ikut perang , sehingga dihukum orang lain tidak boleh menemui kaab selama 50
hari, termasuk dengan istrinya, tidak boleh bercampur. Dia sedih. Setelah 50
hari, Kaab bertobat dan taubatnya diterima Alloh. Setalh 50 hari, bergegas
menemui Rosul di masjid. Semua orang mengucapkan selamat. Tapi Talhah, bukan
hanya mengucapkan selamat, tepai berdiri, merangkulnya dan bersalaman, Kaab berkata;
sungguh ini sikap yang tak akan saya lupakan selama-lamanya.
Oleh karenanya, jika mitra dakwah dalam keadaan
gembira, (pernikahan, lulus, putra lahir) kita harus ikut gembira juga.
Sebaliknya jika kena musibah kita harus ber empati.
3. Adab 3; saling
berkunjung memperkuat ukhuwah. misalnya saling mengundang untuk buka
bersama. Contoh 1. Hadis kutsi, Alloh berfirman; kecintaan saya wajib dimiliki
untuk orang yang saling berkunjung semata-mata karena Alloh (2) ada seorang
laki-laki berkunjung ke saudaranya di desa. Alloh mengirim malaikat, bertanya temannya. “engkau akan pergi kemana?” dijawab; saya ingin berkunjung ke saudara
saya semata mata karena Alloh. Apakah ada keperluan yang harus saya engkau
tunaikan? Tidak, semata-mata saya mencintai karena Alloh. Malaikat berkata; aku
adalah utusan, Alloh sudah mencintaimu seperti engkau mencintai saudaramu.
4. Adab 4: saling
memberi nasihat. Artinya kita bisa menasehati mitra dakwah kita atau
sebaliknya. Sahabat jarir berkata, aku telah berbaiat pada Rosul atas 3 hal,
yakni menegakkan sholat, menunaikan zakat, saling memberi nasihat sesama
saudara muslim. Kisah kedua, nabi muhammad setelah hijrah beliau
mempersaudarakan kaum muhajirin dengan kaum anshor. Diantara nya abu darda dan
salman al farisi. Salman berkunjung ke abu dardak. Salman melihat istri abu
dardak tidak menyenangkan. Berkata salman, kenap keadaanmu seperti ini. Ini gara-gara
saudaramu abu dardak, ia kebanyakan ibadah sehingga saya tidak di urusi. Ketika
abu dardak mebuat makanan, Dia bilang, wahai kawan makan saja. Saya sedang
puasa. Salman; saya tidak akan makan sampai kamu makan. Akhirnya mereka makan
bersama. Ketika malam, dardak mau sholat. Salman bilang; tidurlah begitu
beruang-ulang. Ketika di akhir malam, salman membangunkan dardak. Mereka berdua
sholat lail. Salman menasehati; alloh punya hak yang harus kau penuhi, demikian
dirimu dan keluarganya. Berilah yg punya hak. Ketika ini diceritakan kepada
nabi, nabi berkata: Salman benar. Sahabat umar sering berdoa semoga Alloh
menunjukkan aib-aibnya.
Adab
penasihat:
a.
Harus ikhlas
semata mata karena alloh, berharap pahala dari Alloh saja bukan yang lain.
b.
Meyakinkan
bahwa mitra betul2 bersalah. Jangan sampai memberi nasihat pada orang yang
tidak bersalah.nasihat hanya untuk yang benar-benar butuh nasihat.
c.
Ketika
menasehati jangan menyakiti perasaan orang tersebut. Jangan memberi nasihat di
depan orang banyak. Jika itu dilakukan, sama saj dengan menebarkan aib di depan
orang lain. Sahabat hasan dan husen. Bertemu dengan orang tua, ketika berwudhu orang
tersebut salah, Hsan dan Husin tidak menyalahkan langsung. Mereka mengunjungi, menyuruh
menilai siapa yang wudhu nya paling baik. Hasan dan husein mempraktikkan wudhu
yagng benar. Khirnya orang tua itu komentar; saya bersyukur 2 cucu rosul
mengajarkan wudhu yang baik.
d.
Hendaknya
memilih waktu dan tempat yang tepat.
e.
Cara yang lembut
dan dengan perkataan yang lembut. Rosul jika menasehati seorang pasti dengan
perkataan yang lembut dan tidak menyakiti perasaan
Adab
yang dinasehati
a. menerima dengan
lapang dada, tidak boleh sombong
b. bersyukur
c. senantiasa
minta nasihat kepada mitra yang dianggap bijak
nasihat
tidak selamanya ditujukan ketika ada kesalahan. Nasihat juga ntuk menunjukkan
kebaikan. Jika punya informasi yang baik (ilmu dan dll) asalkan kebaikan, bisa
disampaikan sebagai nasihat.
5. Adab 5; saling
tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. Rosul mengutus 2 guru, muadz
bin jabal dan abu musa al asyari menjadi duta ke Yaman. Pesan nabi; buatlah
mudah jangan dipersulit. Berilah berita yg baik. Saling tolong menolong dan
jangan berselisih. Hal penting, guru tidak boleh berselisih dengan guru lain
terutama di depan murid-muridnya. Meskipun diantara guru ada perbedaan tidak
boleh ditunjukkan di depan murid-muridnya.
6. Adab 6; menghindari
yang dapat merusak hubungan. Fitnah, suudhon, ghibah, iri dengki, mengejek,
sombong, menghina. Bisa jadi yang dihina lebih baik dari yang menghina.
Ada banyak
adab guru, salah satu yang penting adalah memohon maaf jika melakukan
kesalahan, ini sifat orang sholeh. Berikutnya mencari saudara kita yag tidak
hadir dalam suatu majelis, mungkin dia sedang kesusahan. Terakhir, berlomba
dalam kebaikan, dan ini sangat penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar