Pertama kita harus meyakini bahwa pemberian reward
dan punishment adalah metode yang bisa diteladani dari Alloh. ini adalah manhaj
robbani. Alloh memberi hukuman sesuai yang
diperbuat manusia dan memberi balasan orang baik dengan pahala.
Kedua, reward dan pusnisment itu kebutuhan
manusia, (1) untuk mewujudkan rasa keadilan (2) untuk memperbanyak amal baik dan
meminimalkan amal yang tidak baik (3) untuk menjaga hubungan dengan manusia (4)
untuk menyebar luaskan rasa hormat dantaat pada peraturan, UU, syariat agama.
Ketiga, Sebagai guru harus meyakini bahwa punishment
itu bermacam bentuk dan variasinya tergantung pada hal – hal berikut (1)
kondisi siap yang memberinya, bisa ayah, guru, manajemen, atau politisi (2)
variasi hukuman anak SD berbeda dengan anak SMA. Contoh hadiah mobil tidak
cocok untuk anak TK (3) kemungkinan itu memungkinkan atau tidak diberlakukan (4)
tabiat yang memungkinkan itu diberikan hukuman atau penghargaan.
Keempat, kita harus tahu bahwa reward dan punishment
dibagi 2, yaitu maknawi dan materi. Maknawi tidak membutuhkan sesuatu yang bersifat
materi, misal reward berupa (1) isyarat, panggilan dengan nama lengkap, atau
sifat karakter yang mulia, julukan yang bagus, anak yang juara, atau (2) dengan
memberi pujian, seperti: luar biasa,
semoga Alloh memberkahi, semoga Alloh memberi kebaikan dst. Itu semua itu tidak
membebani kita. (3) kita menerima siswa dengan penerimaan yg baik (4) senyuman
kita dengan pandangan mata yang ridho. (5) memberikan tugas tertentu, contoh
tugas untuk merapikan buku, memberikan tanggung jawab sebagai ketua kelas dsb.
Seperti yag dicontohkan Rosul, Abduloh bin Ja’far pernah duduk di belakang
rosul saat naik onta. Rosul bicara kepadanya dengan secara rahasia, artinya
Rosul percaya betul. Rosul berkata, Saya memberikan ucapan yang saya tidak
berikan ke yang lainnya.
(6) Hukuman anggap sudah berlalu dan tidak
memberi hukuman lagi (7) memberi salam
ketika bertemu (8) dengan sentuhan lembut untuk meyakinkan siswa dengan
dibarengi dioa kebaikan. Rosul pernah menyentuh dengan lembu . mereka terkesan
dan sampai dewasa tidak melupakannya. Rosul berkata, wahai anakku, sambil memegang
tangan. Sampai dewasa sahabat tersebut tidak lupa. Tentu rambil rosul sambil mendoakan.
Hal penting berikutnya yang semua orang bisa melakuakan adalah senyuman.
Yakinkan kepada siswa bahwa reward maknawi itu diberikan karena sebab apa.
Kaitkan dan lakukan dengan tulus, krena dia sudah melakukan kebaikan. Sehingga itu
mengena di hati siswa.
Reward meteri, pemberian berupa materi seperti
(1) hadiah, uang, barang yangg berharga, piala dan medali. Rosul pernah berdiri jauh dari 2 anak
pamannya. Beliau mengatakan siapa yang duluan sampai ke beliau, beliau memberi
hadiah. Rosul memotivasi untuk mendapatkan hadiah (2) sertifikiat, piagam
penghargaan untuk membedakan prestasi dengan yang lainnya. (3) nama yg
berprestasi dicatat, diabadikan, diumumkan di dinding sehingga seluruh warga
mengenal.
Hukuman yang bersifat maknawi. (1) meihat dengan
pandangan kurang senang dengan perbuatan yg dilanggar (2) tidak melihatnya. Tunjukkan
bahwa guru tidak suka melihat pelanggaran, sehingga siswa berubah (3) hukuman
dengan tidak diajak bicara. Rosul pernah tidak mengajak bicara kaab bin malik
50 hari karena tidak ikut perang tabuk. Mengisiolasi kaab dari sahabat yang
lain. Hhukuan tidak bisa dilakukan semua guru. Harus dilakukan murrobi yang benar-benar
mencintai muridnya. Berjiwa murobbi dan benar2 dekat dengan siswa. Jika tidak
demikian maka siswa malah mengucapkan alhamdulillah.
(4) suatu perkataan yang menjelekkan membuat
siswa itu marah. Dengan syarat pelanggaran itu sangat berat. Tidak bisa untuk
semua guru. Rosul pernah berkata dengan sahabat karena menghina sahabat lain,
kamu yag berkulit hitam, sghingga rosul menegur, sungguh kamu masih tersisa
karakter jahiliyah. (5) menakuti dngan hukuman. Ini termasuk pendidikan
antisipasi agar tidak diulangi lagi (6) mengisolsi atau menjauhkan dari teman-temannya,
bisa dengan cara perlu dikeluarkan dari kelas. Suasana gaduh menjadi lebih
tenang. Tentu maksudnya harus baik.
Berikut ini adalah contoh-contoh hukuman materi
(1) menjauhkan melarang siswa untuk mendapatkan reward. (2) hukuman fisik yang
tidak meyakitkan, hanya untuk pendidikan bukan yang lain, contoh berdiri di
kelas dalam waktu tertentu, atau tugas dengan sedikit berat dari yang lain. (3)
kalau melanggar diberi peringatan dipanggil ortunya, biasanya siswa ada
perasaan takut. (4) memisahkan siswa jauh dari kegiatan yang biasa dinikmati
oleh temannya, contoh tidak boleh ikut studi tour dsb.
Bagaimana ukuran reward punisment yang baik
itu? Reward punishment harus teratur, jangan sampai mendholimi siswa. Jika
terjadi lebih berbahaya. Jangan sampai hukunan kecil padahal pelangaaran besar
atau sebaliknya. Jangan terlalu banyak, tidak akan berfungsi, malah siswa akan
merasa banyak peraturan. Sedikit saja tetapi bisa mendidik.
Bagian pentingnya adalah (1) Jangan sampai terjadi
yang seharusnya dapat hukuman malah mendapatkan reward dan sebaliknya. (2) pemberikan
reward sedikit yang penting variasi,
siswa tergugah menjadi lebih baik, tujuan pembelajaran tercapai (3) Reward dan
Punishment harus dilakukan guru yang bersangkutan. Diharamkan untuk diwakilkan.
Jika melihat siswa melanggar yang memberi hukuman adalah guru tersebut bukan ke
guru lain. Sebagai bapak atau ibu,
jangan mewakilkan hukuman kepada orang lain. (4) harus bertahap dalam memberi hukuman
dari yang kecil sampai yng besar jangan terbalik, begitu juga untuk yang
hadiah. Ungkapan arab mengatakan bahwa, jangan sampai meletakkan dengan pedang jika bisa selesai cukup dengan lisan.
Berikutnya (5) harus jeli mempehatikan perbedaan
individu krena beberapa siswa cukup dengan isyarat, tapi siswa lain butuh
nasihat, bimbingan personal. Penting perbedaan masing-masingsiswa yang
dibimbing berdasarkan umur, emosi, kecerdasan dll. (6) memenuhi janji, kalau
berjanji mau menghukum, penuhi janji tersebut, jika tidak akan berbahaya. Ini
akan berpengaruh, akan menimbulkan
ketidakpercayaan siswa. (7) masalah niat. Jangan sampai niat memberi reward itu
dengan niat salah. Bisa menjadi riswah, hati-hatilah. Kalau ingin memberi
penghargan, adalah untuk memotivasi dan memuliakan siswa bukan mengharap dapat
lebih. Jika memberi hukuman niatkan untuk mendidik dan membimbing ke arah yang
baik, bukan untuk menjelekkan siswa, bukan untuk mempengaruhi siswa dst.
Lillahi ta’ala.
Selanjutnya adalah kaidah tentang nasihat umum
pemberian reward dan punishment. Kaidah
pertama, pemberian reward punishmnet hanya bertujuan memberi motivasi, nuansa
berlomba dalam kebaikan, bukan untuk saling mendengki. Kaidah (2) guru harus
sudah membuat kesepakatan dulu dengan siswa, apa yang boleh apa yang tidak boleh.
Jangan sampai belum ada kesepakatan tetapi menghukum. Bisa jadi siswa dihukum
tetapi dia merasa tidak salah.
Kaidah (3) jangan memberi hukuman ketika anda
sedang marah. Ini berbahaya. Anda akan meberi hukuman terlalu berlebihan atau
sangat menyakitkan. Dihindari. Seorang hakin tidak bleh memutus jika sedang
marah. Pikirkan sebelum meberi hukuman, bagaimana cara menyadarkan siswa dan
siswa merasa puas. Pikirkan bagaimana memberi hukuman sampai siswa tersebut mau
meniggalkan kesalahan nyatersebut. Butuh ketenangan, jeli dan jauh dari emosi.
Kaidah (4) seandainya siswa melakukan salah
tetapi kecil dan ringan, sebaiknya maafkan buat siswa meilih jika melakuakn
kesalahan lagi, kira2 hhukumannya apa, sehingga siswa tsb bisa bertanggung
jawab atas kesalahannya. Biarkan siswa memilih sendiri hukumannya. Agar siswa
tidak merasa terdholimi. Semoga tidak kembali lagi pada kesalaahn yag
dilakukan. Belajar dari kesalahan sendiri.
Kaidah (5) melakukan evalusi pengaruh
pemberikan reward dan punishment. Apakah reward punishment yang diberikan itu
benar-benar berpengaruh pada siswa sehingga menjadi lebih baik. Jika iya bisa
dilanggengkan, jika tidak, maka kita harus berpikir lagi apalagi reward dan
punishment yang sesuai, yang berdampak, yang dapat merubah perilaku tidak baik
siswa.
Harus berhati – hati saat memberikan reward dan
punishment. Takutlah pada Alloh ketika memberikan reward dan punishment. Karena
hal itu bisa berpengaruh lebih baik atau malah sebaliknya, bisa berpengaruh
lebih jelek. Niatkan dengan tulus ikhlas, agar siswa ingat sama guru ketika
dewasa kelak. Kita sekarang menjadi baik juga karena guru-guru kita terdahulu.
Apakah boleh menghukum semua siswa karena kesalahan
salah satu siswa? Jangan memberi hukuman karena kesalahah orang lain. Setiap
orang dihukum sesuai dengan kesalahan yang diberikan. Jangan mempermalukan
orang lain. Kecuali kalau untuk memuliakan orang tersebut. Kalau dalam satu
ruangan, mau sholat, salah satu ada yang buang angin, guru tidak mempermalukan.
Semuanya dipersilahkan wudhu, ini demi menutup rasa malu.
Sesuatu yang baik tidak boleh dijadikan
hukuman, seperti membaca Al Qur’an atau menghafalnya. Siswa akan menganggap
bahwa hal yang biak itu (membaca Al Qur’an) sebagai hukuman. Jangan memberi
hukuman seperti ini, kecuali di madrasah itu ada kewajiban yang mewajibkan
siswa ada target membaca al quran sekian juz atau menghafal surat A sampai
surat B. Hal ini untuk menuntaskan target sekolah bukan untuk hukuman.
Reward punishment pada pembelajaran daring
tetap bisa dilakuan. Contoh jika
melakukan kesalahan, siswa dikurangi waktu bermainnya atau diberikan tugas
dobel. Jangan sekali-kali melarang siswa untuk mendapat hak-hak utama, seperti
tidak boleh makan, tidak boleh minum. Yang bleh adalah hukuman yang bersifat
tambahan saja, bukan hak-hak pokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar