Kajian Tafsir Tematik
QS: Yunus 57 – 58
Semua manusia sejak nabi muhammad lahir itu termasuk
umat nabi muhammad. Namun sebagian besar tidak menyadarinya. Nabi menjamin,
bahwa seluruh umat nabi Muhammad akan masuk syurga. Ini adalah Kenikmatan
hakiki. Saat ini ada 1,5 Miyar umat islam, sedangkan yang 6 Milyar tidak
mengakuinya. (tidak mau mengakui).
Sahabat tertegun dengan
hadis ini. Nabi menjawab. Yang tidak mau meniruku, mencontohku, maka mereka
tidak mengakui aku sebagai nabi. Tidak ada seorangpun yang bisa masuk syurga
dengan amal sholeh saja (plus iman), kecuali seorang itu mensubsidi ku dengan
karuniaku. Bentuk dan wujud karunia Alloh itu sesuai dengan QS: Yunus 57 -58.
Karunia Alloh tidak harus ditunggu, tidak harus
menunggu ada saat di alam kubur atau akhirat. Karunia itu sudah ditawarkan
sejak kita lahir. Sejak 1400 tahun yang lalu. Sudah ditawarkan ke seluruh umat
manusia. Sungguh telah datang kepada kalian Mauidhoh (nasihat yang dijamin
kebenarannya), yaitu Al Qur’anul Kariim, yang datangnya dari Robb, penjaga dan pengatur
seluruh alam. Luqman al hakim (tukang kayu) diberi hikmah (mauidhoh). Jangan
sekali-sekali menyekutukan kepada Alloh, karena itu dosa terbesar.
Fungsi kedua: Penyembuh penyakit di dada. Al
Qur’an itu bisa menjadi obat segala macam penyakit baik untuk penyakit fisik
dan batin. Berikutnya sebagai petunjuk (kehidupan, universal), petunjuk
kebahagian (di dunia, di alam kubur, di akhirat). Petunjuk ini lengkap mulai
kita lahir hingga meninggal. Berikutnya, sebagai pembawa rahmat, kasih sayang.
Karena Alqur’an turun di bulan Romadhon, maka di bulan itu penuh rahmat.
Produktivitas kita di bulan itu lebih besar daripada bulan lain. Tapi ini hanya
untuk yang beriman.
Al qur’an itu wujud karunia Alloh, penentu
seseorang itu masuk syurga setelah iman dan amal sholeh. Sehingga kita harus
optimis, tidak mengenal pesimis. Dengan rahmat Alloh itu hendaklah bergembira,
bersyukur sudah di tangan kita sejak 1400 tahun yang lalu. Alasan lain, Alqur’an
itu jauh lebih baik dari apapun yang mereka kumpulkan (dihimpun) oleh manusia
(harta, materi, wanita, anak, kendaraan, dsb), isi langit dan bumi. Juga lebih
baik dari seluruh amal baik kita.
Beribadah itu menghimpun amal sholeh, itupun masih lebih baik Al Qur’an
Benarkah Alquran itu karunia Alloh yang besar
sehingga bisa menentukan seseorang itu masuk syurga atau tidak? QS: Faatir 31 –
34. Ini menafsirkan ayat Yunus tadi. Tafsir yang dijamin benar adalah tafsir
dari Alqur’an itu sendiri, yang kedua adalah tafsir dari Rosul (tidak mungkin
keliru), selebihnya adalah tafsir ilmiah (bisa benar bisa salah).
Alqur’an itu haq, benar mutlak, absolut.
Membenarkan kitab yang turun sebelumnya. Apa yang dibenarkan? eksistensinya.
Sekarang 3 kitab itu tidak dapat ditemui lagi (yang otentik). Oleh Alloh
dihimpun lagi dalam Alqur’an. Makna Alqur’an adalah himpunan. Setelah itu tidak
boleh terjadi lagi, Alqur’an dijaga sendiri oleh Alloh SWT. Alloh melibatkan
diri untuk menjamin bahwa Alqur’an itu otentik hingga akhir zaman. Alqur’an juga
meluruskan (mengoreksi) yang salah (al maidah 48). Alloh maha mengetahui
(melihat langsung), siapapun tidak dapat sembunyi dariNya, kebaikan seberat
atom walau ada di dalam perut bumi, tetap akan terlihat.
Kami wariskan Alqur’an pada orang-orang yang kami
pilih dari hamba-hamba kami. Pewaris Alqur’an adalah manusia pilihan. Yang mengimani
Alqur’an adalah pewaris nabi, diantara milyaran makhluk Alloh. Namun ada 3
golongan terhadap hal ini.
(1) grade terendah, orang yang berbuat dholim,
menempatkan sesuatu tidak dalam proporsinya. Baik untuk diri sendiri, orang
lain, bahkan untuk Alloh (menyekutukan). Wujudnya: orang yang dosa nya lebih
besar dari pahalanya, ayat yang dilakukan tidak lebih banyak dari ayat yang
dilanggar,
(2) yang
midle (Mu’tasyid), orang yang antara dosa dan pahalanya seimbang.
(3)
tertinggi, yang terpacu untuk selalu berbuat kebaikan. Nyaris tidak bisa
berbuat dosa. Mengapa bisa begitu? Karena izin Alloh. Semua kebaikan dan
keburukan terjadi karena izin Alloh.
Di ujung ayat 32 ini: Yang kita warisi itu
karunia yang besar. Siapa yang berpeluang masuk syurga? Dugaan kita yang ke-3.
Ternyata tidak. Ketiganya akan masuk syurga Adn (ada hiasan dari emas dan
permata, diberi pakaian dari sutra). Karena karunia Aalqur’an. Wanita diberi
keistimewaan, boleh menggunakan emas dan sutera. Tidak dimiliki hak ini untuk
pria. Karena wanita ada tugas yang tidak bisa diwakilkan, yakni melahirkan.
Maka wanita dumuliakan 3x lebih banyak dari pria.
Yang aneh golongan 1 dan 2, kok bisa masuk
syurga?. Ternyata karena izin Alloh. Yang melenyapkan gelisah (apakah bisa
masuk syurga atau tidak). Gelisah terhadap sesuatu yang telah terjadi.
Khawatir, gelisah karena sesuatu yang belum terjadi. Sungguh, Alloh berkenan
mengampuni dosa golongan 1 dan 2, karena karunia Alqur’an.
Yang telah menempatkan kami semua di rumah
tempat tinggal. Syurga ada kelas-kelasnya atau level-levelnya. Mereka akui
semua itu karena karunia Alloh. Berbeda dengan di dunia, kita harus bersusah
payah. Rosul istirahat nya saat sholat. Di syurga tidak akan tersentuh rasa
letih, lesu, payah dan susah. Semuanya menyenangkan. Mari kita warisi Alqur’an
sebagai panduan hidup kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar