Sabtu, 25 Juli 2020

Karunia TERBESAR


Kajian Tafsir Tematik 
QS: Yunus 57 – 58


Al Quran Stand Holder Illustration - Download Free Vectors ...
Semua manusia sejak nabi muhammad lahir itu termasuk umat nabi muhammad. Namun sebagian besar tidak menyadarinya. Nabi menjamin, bahwa seluruh umat nabi Muhammad akan masuk syurga. Ini adalah Kenikmatan hakiki. Saat ini ada 1,5 Miyar umat islam, sedangkan yang 6 Milyar tidak mengakuinya. (tidak mau mengakui).

Sahabat tertegun dengan hadis ini. Nabi menjawab. Yang tidak mau meniruku, mencontohku, maka mereka tidak mengakui aku sebagai nabi. Tidak ada seorangpun yang bisa masuk syurga dengan amal sholeh saja (plus iman), kecuali seorang itu mensubsidi ku dengan karuniaku. Bentuk dan wujud karunia Alloh itu sesuai dengan QS: Yunus 57 -58.

Karunia Alloh tidak harus ditunggu, tidak harus menunggu ada saat di alam kubur atau akhirat. Karunia itu sudah ditawarkan sejak kita lahir. Sejak 1400 tahun yang lalu. Sudah ditawarkan ke seluruh umat manusia. Sungguh telah datang kepada kalian Mauidhoh (nasihat yang dijamin kebenarannya), yaitu Al Qur’anul Kariim, yang datangnya dari Robb, penjaga dan pengatur seluruh alam. Luqman al hakim (tukang kayu) diberi hikmah (mauidhoh). Jangan sekali-sekali menyekutukan kepada Alloh, karena itu dosa terbesar.

Fungsi kedua: Penyembuh penyakit di dada. Al Qur’an itu bisa menjadi obat segala macam penyakit baik untuk penyakit fisik dan batin. Berikutnya sebagai petunjuk (kehidupan, universal), petunjuk kebahagian (di dunia, di alam kubur, di akhirat). Petunjuk ini lengkap mulai kita lahir hingga meninggal. Berikutnya, sebagai pembawa rahmat, kasih sayang. Karena Alqur’an turun di bulan Romadhon, maka di bulan itu penuh rahmat. Produktivitas kita di bulan itu lebih besar daripada bulan lain. Tapi ini hanya untuk yang beriman.

Al qur’an itu wujud karunia Alloh, penentu seseorang itu masuk syurga setelah iman dan amal sholeh. Sehingga kita harus optimis, tidak mengenal pesimis. Dengan rahmat Alloh itu hendaklah bergembira, bersyukur sudah di tangan kita sejak 1400 tahun yang lalu. Alasan lain, Alqur’an itu jauh lebih baik dari apapun yang mereka kumpulkan (dihimpun) oleh manusia (harta, materi, wanita, anak, kendaraan, dsb), isi langit dan bumi. Juga lebih baik dari seluruh amal baik kita.  Beribadah itu menghimpun amal sholeh, itupun masih lebih baik Al Qur’an

Benarkah Alquran itu karunia Alloh yang besar sehingga bisa menentukan seseorang itu masuk syurga atau tidak? QS: Faatir 31 – 34. Ini menafsirkan ayat Yunus tadi. Tafsir yang dijamin benar adalah tafsir dari Alqur’an itu sendiri, yang kedua adalah tafsir dari Rosul (tidak mungkin keliru), selebihnya adalah tafsir ilmiah (bisa benar bisa salah).

Alqur’an itu haq, benar mutlak, absolut. Membenarkan kitab yang turun sebelumnya. Apa yang dibenarkan? eksistensinya. Sekarang 3 kitab itu tidak dapat ditemui lagi (yang otentik). Oleh Alloh dihimpun lagi dalam Alqur’an. Makna Alqur’an adalah himpunan. Setelah itu tidak boleh terjadi lagi, Alqur’an dijaga sendiri oleh Alloh SWT. Alloh melibatkan diri untuk menjamin bahwa Alqur’an itu otentik hingga akhir zaman. Alqur’an juga meluruskan (mengoreksi) yang salah (al maidah 48). Alloh maha mengetahui (melihat langsung), siapapun tidak dapat sembunyi dariNya, kebaikan seberat atom walau ada di dalam perut bumi, tetap akan terlihat.

Kami wariskan Alqur’an pada orang-orang yang kami pilih dari hamba-hamba kami. Pewaris Alqur’an adalah manusia pilihan. Yang mengimani Alqur’an adalah pewaris nabi, diantara milyaran makhluk Alloh. Namun ada 3 golongan terhadap hal ini.
(1) grade terendah, orang yang berbuat dholim, menempatkan sesuatu tidak dalam proporsinya. Baik untuk diri sendiri, orang lain, bahkan untuk Alloh (menyekutukan). Wujudnya: orang yang dosa nya lebih besar dari pahalanya, ayat yang dilakukan tidak lebih banyak dari ayat yang dilanggar,
(2) yang midle (Mu’tasyid), orang yang antara dosa dan pahalanya seimbang.
(3) tertinggi, yang terpacu untuk selalu berbuat kebaikan. Nyaris tidak bisa berbuat dosa. Mengapa bisa begitu? Karena izin Alloh. Semua kebaikan dan keburukan terjadi karena izin Alloh.

Di ujung ayat 32 ini: Yang kita warisi itu karunia yang besar. Siapa yang berpeluang masuk syurga? Dugaan kita yang ke-3. Ternyata tidak. Ketiganya akan masuk syurga Adn (ada hiasan dari emas dan permata, diberi pakaian dari sutra). Karena karunia Aalqur’an. Wanita diberi keistimewaan, boleh menggunakan emas dan sutera. Tidak dimiliki hak ini untuk pria. Karena wanita ada tugas yang tidak bisa diwakilkan, yakni melahirkan. Maka wanita dumuliakan 3x lebih banyak dari pria.

Yang aneh golongan 1 dan 2, kok bisa masuk syurga?. Ternyata karena izin Alloh. Yang melenyapkan gelisah (apakah bisa masuk syurga atau tidak). Gelisah terhadap sesuatu yang telah terjadi. Khawatir, gelisah karena sesuatu yang belum terjadi. Sungguh, Alloh berkenan mengampuni dosa golongan 1 dan 2, karena karunia Alqur’an.

Yang telah menempatkan kami semua di rumah tempat tinggal. Syurga ada kelas-kelasnya atau level-levelnya. Mereka akui semua itu karena karunia Alloh. Berbeda dengan di dunia, kita harus bersusah payah. Rosul istirahat nya saat sholat. Di syurga tidak akan tersentuh rasa letih, lesu, payah dan susah. Semuanya menyenangkan. Mari kita warisi Alqur’an sebagai panduan hidup kita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar