1.
Guru harus mengetahui betul masalah tersebut.
Letakkan masalah tersebut dengan benar. Ada masalah besar ada yang kecil.
Keduanya berbeda cara penanganan nya. Masalah kecil bisa terselesaikan dengan
pura-pura tidak tahu. Atau keluar sebentar diselesaikan kemudian. Atau keputusan
cepat. Jika masalah itu besar, tidak bisa ditinggalkan begitu saja atau hari itu
juga. Tentu butuh keputusan hati-hati dan tepat.
2. Untuk
menyelesaikan masalah ada 5 pertanyaan
penting untuk mengetahui masalah, yaitu
a. Apa sebenarnya
yang terjadi
b. Dimana itu
terjadi
c. Kapan masalah
itu terjadi
d. Bagaimana
kejadiannya
e. Mengapa hal itu
terjadi
Pastikan kita mengetahui sebab masalah. Karena
ini penting. Ada 4 hal paling penting yg harus ketahui dan sepakati sebelum
penyelesaian masalah siswa, yaitu :
a. Masalah itu
pasti ada di setiap orang, ada di setiap tempat dan ada di setiap waktu. Jika
masalah itu terjadi pada kita, yakinlah terjadi juga di tempat lain atau di
waktu yang lain.
b. Setiap masalah
dibaliknya (di dalamnya) pasti ada kebaikan. Bisa jadi kamu itu membenci
sesuatu, namun bisa jadi itu baik di pandangan Alloh SWT.. Kewajiban guru
adalah mencari kebaikan-kebaikan dalam setiap masalah.
c. Setiap masalah
pasti ada solusi. Hadits sesungguhnya Alloh tidak akan menurunkan penyakit
kecuali ada obatnya, kecuali kematian. Solusi itu bisa diketahui, bisa jadi
tidak diketahui. Kita harus yakin bahwa Alloh akan membantu kita. Solusi itu
bukan yang mustahil. Jika tidak yakin maka mustahil masalah itu terselesaikan.
d. Manusia berbeda
cara pandang terhadap masalah. Bisa jadi menurut orang, itu masalah menurut yang
lain bukan msasalah. Sebab perbedaan sudut pandang diantaranya watak, latar
belakang pendidikan, materi dan seterusnya. Menurut orang kaya itu masalah
tapi menurut orang miskin tidak dan begitu sebaliknya. Yang penting adalah
pandai mencari ukuran masalah tersebut. Apakah masalah itu besar atau kecil,
atau mungkin itu bukan masalah. Harus tahu sebab masalah dan berusaha maksimal
untuk menyelesaikan dengan cara yag sesuai.
3. Kaidah untuk
memudahkan menyelesaikan suatu masalah
a. Pahami betul
bahwa asal masalah itu pada perilaku, maka guru harus ada rasa keterpanggilan
untuk bisa menyelesaikan. Jangan menyudutkan siswa terhadap masalah perilaku
siswa. Jadikanlah siswa bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang dilakukan.
Alloh mengajarkan dari kesalahan sahabat yang lain. 70 sahabat wafat saat
perang Uhud. Kenapa kalah? Umat islam instropeksi dan akhirnya tidak terjadi di
waktu berikutnya. Rosul pernah mengajarkan cara sholat pada orang yang salah
dalam sholatnya. Oleh karenanya jadikan siswa belajar dari kesalahan. Jangan
memojokkan siswa akibat salahnya itu.
b. Perbanyak
pujian ketika siswa melakuan kebaikan. Contoh, Alloh itu mencintaimu, semoga
Alloh memberkahi, good, excellent, bagus, dan seterusnya. Ini merangsang siswa
untuk melakukan kebaikan yang lebih banyak lagi. Menghidarkan siswa melakukan
kejelekan. Berlatihlah memberi pujian
yang tulus dan ikhlas.
Juga
boleh dengan kalimat, perbuatan kamu ini membuat saya takjub. Kalau ini disampaikan di depan siswa, maka
siswa akan melakukan lebih. Ini untuk pujian. Jangan menggunakan kalimat: kamu
gagal, kamu gak paham, kamu bodoh, dst. Jangan menggunakan kalimat negatif.
Bahaya dalam diri siswa. Yang akan timbul dari pikiran siswa sepeti ini,
berarti saya ini saya nakal, Saya bodoh, saya dan lain sebagainya. Jadi
perbanyaklah pujian.
c. Gunakan metode
tenang, jujur, tanggung jawab. Hindari cara yang dipakai oleh para kritikus.
Kita bukan polisi yang menghakimi. Jangan menyerang. Kalimat: Mengapa kamu
melakukan ini? Ini akan membuat siswa bohong. Kalau merasa terpojok, siswa akan
bohong. Atau lebih parah lagi, kalau cara ini terus disampaikan, lama-kelamanan
anak kita jadi keras kepala. Jadikan hubungan kita dengan anak saling menerima
saling memahami. Jangan seperti polisi, cari kesalahan. Jangan bertanya langsung.
Apakah kamu sudah sholat? Sebaiknya ganti dengan kalimat kapan kamu akan
sholat? Ini akan membuat mereka jujur.
Termasuk
hal ini, kita harus benar-benar memikirkan, sebelum masaah itu benar-benar
terjadi. Apa yang akan dilakukan jika anak kita berbohong?. Apa yang harus kita
lakukan jika kita menemukan hal aneh di sakunya, milik orang lain. Darimana
itu? pikirkan itu sebelum terjadi. Untuk para ibu misalnya, apa yang akan ibu
lakukan jika melihat anaknya merokok, atau memliki rokok. Pikirkan, apa yang harus dialkukan. Cari
solusi itu dengan tenang. Tanya ke pakar pendidikan, lihat di buku-buku tentang
solusi masalah terkini, termasuk di internet. Sehingga kita bisa mengambil
pelajaran dari eksperimen orang lain, yang pada akhirnya kita tahu cara tepat
menyelesaikan masalah itu. Di poin ini, jangan meremehkan cara, pilih cara
penyelesaian yang terbaik untuk setiap masalah. Teruslah belajar dan berdoa
agar masalah terselesaikan.
d. Harus fokus dan
jangan lupa perhatian pada hal-hal yang merusak kepribadian. Contoh, Jika kita
bangun rumah dari sisi kiri tetapi ada orang lain yang merusak dari sisi kanan,
maka tidak kan bisa terbangun rumah itu dengan baik. Bisa jadi masalah
terselesaikan tapi kita lupa tidak terus memantau, agar akan terjadi lagi. Contohfilm kartun, nyayian bersyahwat, menyerupai pemain
bola bertato. Publik figur yang melakukan kegiatan haram. Ini termasuk yang
berbahaya, merusak kepribadian.
Kita
harus betul-betul memikirkan masalah sebelum masalah itu terjadi. Ini adalah
Pendidikan solutif (sesuai dengan pendapat pakar pendidikan islam). Bagaimana
ortu mengajarkan adab, minta izin masuk kamar. Ada 3 waktu yang dilarang
melihat aurat. Inilah salah satu cara mendidik akhlak. Jika anak usia 10 tahun,
pisahkan di tempat tidurnya (hadist). Jangan sampai bercampur, berbahaya.
Inilah contoh pendidikan sebelum terjadinya masalah, dari Alloh dan rosulnya.
e. Yakinlah
perubahan tidak terjadi cepat. Pendidikan butuh kesabaran, karena buahnya
sangat besar. Bahkan ada yang bertahun tahun perubahannya. Tidak bisa sehari,
atau seminggu. Rosul pernah merayu mengajak anak pamannya, tidak berhasil masuk
islam. Menunggu sampai 21 tahun, dialah kholid bin walid, panglima perang
hebat. Masuk islam setelah fathul makkah. Berjuluk Syaifulloh. Dari kafir
menjadi muslim, menjadi panglima yang luar biasa.
Seorang
ustad pernah mengajar anak nakal di arab saudi. Seperti kita tahu, anak arab nakal-nakal.
Ternyata apa yang terjadi, Alloh memberi hidayah. Ketika bertemu, anak tersebut,
anak itu berkata ustad, saya sudah
berubah. Beliau melihat sosok yang berbeda. Oleh karenanya, jangan putus asa
dalam mendidik anak. Orang kafir qurasy terkenal keras kepala. Sempat terucap, seandainya
keledai (khottob/bapaknya umar) tidak masuk islam pasti umar juga tidak akan
pernah masuk islam. Ternyata khottob tidak masuk islam, dan umar malah menjadi
tulang punggung perjuangan islam.
f.
Kaidah terkahir, dalam membantu menyelesaikan
masalah adalah jangan berhenti dan bosan mendoakan anak-anak kita untuk
kebaikan mereka. Tentu disertai usaha-usaha yang konkrit. Agar Alloh memperbaiki kita dan anak-nak kita.
Ini jadi sebab Alloh memberi hidayah pada kita. Boleh, saat berdoa didengar
oleh anak2 kita. Dengan doa yang diperdengarkan itu mereka akan berusaha
mewujudkan doa itu. Bahkan ini disarankan agar dengan terbiasa mendengar doa
mereka berusaha mewujudkan itu.
Doa itu
senjata orang mukmin dan dapat melembutkan hati anak. Jangan putus asa. Ingat
bahwa sebaik-baiknya manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Rosul
tidak pernah berkata-kata dari hawa nafsunya, tapi itu dari Alloh SWT. Guru
harus bermanfaat bagi anak-anak kita. Siapa yang menunjukkan kebaikan maka
dapat pahala juga dari anak yang melakukan kebaikan itu. Jika kita pernah
diajar oleh ustadz baca dzikir tertentu dan kita lakukan, maka guru tersebut juga
dapat pahalanya. Ini penting. Rosul bersabda, Alloh SWT kalau memberi hidayah
melalui dirinya (guru) maka itu lebih
baik dari seekor onta yang paling mahal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar