Tujuan diberikan ancaman pada Al Qur’an adalah
agar kita semakin cinta pada Alloh SWT. Barang siapa berbuat kejahatan walaupun
kecil, pasti akan menerima balasannya. Ingat, Alloh maha pengampun, tapi
beritahu bahwa adzab Alloh sangat menakutkan. Al Qur’an memberikan gambaran
jelas antara surga dan neraka. Balance antara berita yang menggembirakan dengan
berita yang menakutkan. Ini adalah metode bagus dalam pendidikan.
Ketika kita banyak membaca pendidikan, guru
jangan banyak mengancam. Karena membuat siswa lari. Tapi jangan sampai
melupakan metode Qur’ani, yaitu Harapan (berita gembira) dan Ancaman. Ini
adalah metode pendidikan sekaligus metode dakwah. Harus seimbang. Jika harapan
terus, maka membuat siswa malas. Ulama banyak melahirkan kitab terkait ini.
Metode ini banyak cara menyampaikannya,
diantaranya (1) menyebutkan kecintaan Alloh dan kebenciannya. Alloh mencintai
orang yang sabar, mencintai orang bertaqwa. Alloh tidak mencintai orang yang
dholim, orang fasik, orang kafir, orang yang membuat kerusakan.
Kecintaan Alloh pada 3 perkara, yaitu (1)
beribadah hanya pada Alloh, jangan menyekutukanNya, harus ikhlas (2) berpegang teguh dengan tali Alloh (Al
Qur’an dan Sunnah, jangan berpecah belah . Alloh benci 3 perkara yaitu menerima
berita yang tak benar dan kita percaya begitu saja. Penyebar hoaks adalah
nggibah dan pengadu domba. (2) banyak meminta harta pada orang lain. Mintalah
harta pada Alloh bukan pada manusia. Banyak bertanya yang kurang bermanfaat (3)
mensia-siakan harta, mengeluarkan harta yang tidak diridhoi Alloh, untuk tujuan
haram. Berlebih-lebihan dari batas yang dibolehkan. Seperti saat wudhu, jangan
berlebihan menggunakan air.
Sesungguhnya Alloh Maha Mulia dan mencintai kemuliaan,
mencintai orang-orang mulia, mencintai akhlak mulai, membenci akhlak yang hina.
Orang mulia adalah orang yang memulyakan orang lain dan memiliki karakter suka
berinfaq suka membantu, mudah menolong, pemberani menolong orang dari
kedzaliman. Akhlak mulia adalah berbudi perkeri tinggi, karakter baik, iman
kuat, senantiasa taat, bisa menggunakan waktu dengan baik. Akhlak hina, terus
melakukan dosa, tidak sadar, ghibah, adu domba, melakukan hal yang tidak
bermanfaat. Orang yang baik, yang bisa mengendalikan hawa nafsunya. Alloh
menciptakan akal agar manusia bisa melebihi malaikat, namun jika gagal akan
lebih rendah dari binatang.
Cara ke dua adalah menyampaikan balasan di hari
Akhirat. Ada 3 golongan yang Alloh tidak ingin melihatnya, yaitu orang yang (1)
durhaka pada orang tua (2) wanita yang menyerupai laki-laki, dan sebaliknya (3)
Dayyus, orang yang mencintai keburukan, meskipun itu terjadi di keluarganya.
Ingat, di Akhirat dengan izin Alloh kita bisa melihat Alloh, tapi Alloh tidak
melihat 3 golongan ini. Ada 3 golongan yang tidak masuk syurga, kalau tobat
masuk syurga terakhir (1) durhaka pada orang tua (2) orang yang suka Khamr, termasuk
narkoba, segala yang merusak akal (3) orang yang memberi dengan mengingat –
ingat sehingga menyakitkan bagi yang diberi. Memberi dengan niat pamer, imbalan
menghormatinya, dll.
Kaidah :
Perintah Alloh berarti larangan bagi kebalikannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar