Kamis, 17 September 2020

Agar Pendidikan Berkualitas

 

Ada ungkapan, dari sebuah buah, anda akan mengetahui kualitas pohonnya. Rosululloh bagaimana mendidik, kita bisa lihat dari kualitas sahabat. Kalau kualitas mereka baik, sebagai teladan, tentu sang guru berkualitas baik juga. Berikut beberapa hal  yang mempengaruhi keberhasilan rosululah mendidik para sahabat.

Memerintahkan semua umatnya agar senantiasa menuntut ilmu, senantisa belajar. Bahkan beliau mewanti-wanti agar terhidar dari kebodohan. Semuanya menerimanya dengan jelas dan tak ada keraguan. Siapa yang punya ilmu seakan akan ada kewajiban untuk menyebarkannya. Apa saja yang dilakukan rosul sebagai sosok guru teladan, berikut ini penjelasannya.

Pertama, memerintahkan untuk selalu belajar, jaminan mendapatkan pahala yang luar biasa bagi yang belajar. Barang siapa yang berjalan dengan tujuan menuntut ilmu maka Alloh akan memudahan baginya untuk masuk surga, dan tidak akan berkumpul suatu kaum di rumah Alloh (masjid) atau di suatu majelis, mereka membacakan kitab Alloh kemudian mengkajianya dengan mendalam, kecuali mendapatkan 5 faedah dan kebaikan-kebaikan, yaitu :

a.      Akan turun kepada mereka ketenangan jiwa

b.      Akan diliputi rahmat Alloh SWT

c.       Akan dikelilingi oleh para malaikat

d.      Alloh akan menyebut mereka di majelis di sisi Alloh (penduduk langit)

e.      Tidak akan berdiri (selesai) kecuali semua mendapat ampunan dari Alloh.

Hadist lain, ada usaha yang luar biasa seorang sahabat dalm mencari ilmu. Untuk 1 hadis saja rela menempuh dari Madinah ke Damaskus. Abu Ddar’da waktu itu berada di damskus. Berkatalah, wahai saudaraku, apa yang menjadi alasan engkau menemui saya. Orang itu berkata, hanya untuk memastikan 1 hadist yang sampai ke saya. Apakah hanya untuk 1 urusan itu saja atau ada urusan lain? Tidak hanya untuk 1 hadis saja. Apa ada urusan perdaganagn? Tidak. Sesungguhnya, barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Alloh memudahkan masuk surga dan para malaikat meletakkan  sayap nya (dengan suka rela) untuk para pencari ilmu, yang alim dimintai ampunan  semua penduduk bumi dan langit. Keutamaan orang alim itu lebih baik dari pada orang ahli ibadah. Perbandingannya sepeti keisitimewaan rembulan dibanding dengan planet lain yang tidak berinsr. Ulama pewarias nanbi, nabi tdk mewaeiskan dinar tapi hanya imu. Barangsiapa mengambil ilmu, sberarti mengambil sestau yang luar biasa.

Kedua, usaha Rosul, memerangi kebodohan dan buta huruf. Dulu ketikan perang badar selesai, banyak orang quraisy menjadi tawanan perang. Untuk bisa bebas, biasanya harus mengeluarkan harta.  Ini yang menarik adalah (belum ada tandingannya di pemimpin dunia). Seorang tawanan bisa bebas jika 10 pemuda anshor bebas buta baca tulis. Mengapa kaum anshor, karena mereka sibuk dengan pertanian, sedikit belajar.  Para tawanan berlomba lomba mencari metode dan media untuk meminterkan 10 pemuda anshor tersebut.

Ketiga, mewajibkan belajar menuntu ilmu, ini bukan sekedar perintah biasa. Menuntun ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Kalau ingin sholat sah dan diterima, wajib belajar bagaimana bersuci dan sholat yang benar. Kalau ingin puasa nya diterima, wajib tahu apa yang membatalkan puasa. Kalau ingin haji diterima, wajib tahu manasik haji. Jika ingin jual beli yang sukses, wajib tahu ilmunya. Tidak boleh di pasar kita (umat islam) kecuali orang yang sudah ahli dalam fiqih jual beli. (umar bin khottob). Apa saja yang halal dan harom di jual bel harus dipahami. Untuk guru, wajib belajar bagaimana mengajar mendidik yang terbaik, sehingga betul-betul tujuan belajar tercapai dan menghasilkan luluan yang berkualitas.

Keempat, memberikan ancaman bagi siapapun yang meninggalkan (enggan) belajar dan mengikuti pembelajaran. Saat di mimbar Rosul menyampaikan, Kenapa kok ada suatu kaum yang tidak mendidik menasehati mereka dengan ilmu dan syariat. Mengapa kok ada suatu kaum yng tidak mau menerima nasihat, mengambil pelajaran. Ini disampaikan berulang kali. Sampai turun dari mimbar. Menurut para sahabat ini adalah kaum al askariyun, di Yaman. Mereka pinter tapi tetangganya bodoh-bodoh. Mereka (kaum ini) protes dan menermui rosul. Mengapa engkau mengatai kami. Kaum yang tidak mau mengajari tetangganya. Rosul tidak mengiyakan dan tidak mengtidakkan. Rosul hanya menglangi ceramahnya sampai 3x. Rosul memberi ancaman, jika mereka tetap tidak mau mengajar, akan akan diberi hukuman. Akhirnya, mereka berkomentar; tunggu 1 tahun, kami akan mencerdaskan tetangga kami. Kalau 1 tahun engkau belum puas, kami siap dihukum. Telah terlaknat dari kaum bani isroil, dengan lisan nabi Daud dan nabi Isa, gara-gara kaumnya berbuat maksiat , melampau batas, dan  tidak saling menahan ketika melakukan kemungkaran. Artinya Rosul memberia ancaman tidak hanya di akhirat, tapi di dunia juga bagi yang meninggalkan belajar.

Komentar seorang ulama (Mustofa al Zarqoh), siapapun yang meninggalkan belajar dan pembelajaran dianggap sebuah kriminalitas, sebuah tindak pidana, yang berhak mendapatkan hukuman di dunia. Belum banyak ini dilakukan oleh pemimpin dunia, kecuali Rosululloh. Kita bisa mengambil pelajaran dari hadis di atas, sebagai berikut:

1.       Rosul tidak menyetujui kalau ada kelompok bodoh di samping kelompok orang pinter

2.       Rosul menganggap, kalau ada orang bodoh, atau tidak mau belajar, berarti melanggar perintah Alloh dan syariatnya

3.       Orang yang dalam keadaan bodoh, dipastikan mendapatan azab dan laknat

4.       Rosul mengumumkan perang dan memberi ancaman kedua kelompok, kelompok yang tidak mau belajar dan kelompok pinter yang tidak mau mngajari.

5.       Diberikan waktu 1 tahun yang belum bisa belajar untuk sampai sukses. Agar kebodohoan itu tidak terjadi pada umat islam.

6.       Rosul tidak pernah menyebuk eksplisit. Hadist tersebut memberi paradigma penting dan bersifat umum, bahwa setiap kaum seperti akun askariyun, akan mendapat laknat. Orang seperti itu harus dihindari.

Kelima, senantiasa berlndung dari ilmu yang tidak bermanfaat. Senantiasa berdoa, ya Aloh aku belindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusuk, dari jiwa yang idakk tenang dan dari doa yang tidak mustajabah. Tjelas bahwa ilmu itu harus bermanfaat. Doa lain, ajarkan kami ilmu yang bermanfaat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar