Kamis, 10 September 2020

Guru Teladan

Setiap kematian itu ada ibroh bagi siapa saja yang bisa mengambil pelajaran. Kematian itu pasti  menimpa siapa saja. Bagi yang cerdas berakal harus menyiapkan diri dengan betul karena kematian bisa datang tiba-tiba. Kesedihan paling mendalam adalah saat wafatnya Rosul. Semua amal terputus ketika meninggal, kecuali amal jariyah dan ilmu bermanfaat. Doa doa kita dibutuhkan bagi sang mayit untuk meringkan beban mereka menuju alam barzah. Semoga Alloh mewafatkan kita dalam keadaan khusnul khotimah.

Bagian ini akan mempelajari bagaimana Rosululloh memberi teladan pada kita ketika mendidik dan memberikan pembelajaran. Pelajaran siroh itu sangat penting, karena dari siroh itulah kita mencontoh bagaimana seharusnya kita beragama, berakhlak, memiliki karakter terpuji. Materi siroh sangat luas sekali. para penulisnya juga memiliki banyak metode. Yang pertama, metode mengumpulkan yang terpencar-pencar. Karena para tabbin saat kecil itu tidak mengetahui persis, bagimana perilaku Rosululloh, sehingga bertanya ke para sahabat besar. Kemudian ditulis dan akhirnya menjadi siroh nabawiyah.

Cara kedua, menuliskan berdasarkan urutan sejarah, zaman dan peristiwa kejadian-kejadian. Mulai rosul belum lahir, saat lahir, masa kecil dan seterusnya sampai wafat. Cara ketiga, menggunakan cara menulis detil. Seperti isra’ mi’roj, bagaimana peristiwa tersebut dan pelajaran yang bisa diambil ditulis secara detil. Cara keempat, ditulis berdasarkan sifat-sifat baik secara fisik maupun akhlak. Secagai contoh ada kitab siroh yang bercerta secara fisik rosul, mulai rambut, kulit , wajah, kaki dst sampai dengan mu’jizat-mukjizat nya. Cara terakhir, biasa dipakai penulis di era terakahir, 5 abad terakhir yaitu berdasarkan tema, metode tematis. Pengkaji memilih tema-tema tertentu. Misalnya siroh khusus tentang kepemimpinan, tentang cara memberi pelajaran, tentang keluarga beliau dan seterusnya. Cara kelima ini kita gunakan untuk mengupas bagaimana rosul itu mendidik.

Pertanyaan menariknya. Mengapa kita harus meneladani rosul? Bukankah sekarang banyak metode cara mendidik? Karena rosululloh itu contoh teladan terbaik, teladan di semua akhlak. Telah ada dalam diri rosululloh teladan yang baik. Mungkin si A teladan dalam kesabaran, si B teladan dalam keberanian, si C teladan dalam cara menyelesaiakn masalah, tapi dalam segi yang lain tidak teladan. Tetapi rosululloh adalah teladan yang TOP. Contoh terbaik bagi semua umat manusia.

Alasan kedua adalah bagi siapapun yang mengkaji siroh, rosul mempunyai banyak cara metode dalam mendidik. Ada 60 metode bagaimana mengajar orang lain. Ingat saat itu belum ada internet. Beliau kadang menggunakan media. Kadang hanya menyentuh saja, pengaruhnya luar biasa. Kadang dengan ceramah. Terkadang dengan berbicara hati ke hati, kadang juga dengan mengajar berpikir (lihatlah langit, bulan, dst).

Kesimpulannya bahwa rosul adalah sebaik baik gguru yang wajib kita teadani, sosok ideal sebagai guru dai. Rosul di abadikan sebagai guru terbaik. Alloh lah yang mengutus diantara mereka yang telah melakukan 3 tugas, (1) membacakan ayat Alloh (2) membersihkan mereka dengan akhlak terpuji (3) mengajarkan kepada mereka (bukan hanya transfer pengetahuan) berupa al kitab dengan hikmah (QS: Jum’ah : 2). Sebagai utusan (guru) untuk semua manusia, cukuplah Alloh sebagai saksi.

Ternyata dalam hadist juga banyak yang mengabadikan bahwa Rosul adalah guru terbaik. Hadis riwayat Aisyah, rosul bersabda, sesungguhnya ALLOH tidak mengutusku sebagai orang yang keras, tetapi sebagai seorang mualim (guru), sebagai orang yang memberikan kemudahan dalam melaksanakan ajaran islam.

Hadist kedua, diriwayatkan Abdulloh bin Amru. Rosul keluar dari kamar beliau, dan masuk ke dalam masjid. Didapati ada 2 halaqoh ilmu. Yang pertama membaca Al Qur’an, berdizikir dan berdoa. Halaqoh kedua sedang belajar ilmu. Masing-masing berada adalam kebaikan. Yang baca Al quran, jika Alloh menghendaki akan memberi pahala yang luar biasa. Jika Alloh menghendaki lain,  itu terserah Alloh. Pada kelompok belajar dan mengajar inilah rosul berkata, yakinlah saya di utus sebagai guru. Akhirnya rosul bergabung di halaqoh kedua.

Hadist ketiga, diriwayatkan Muawiyah saat mualaf. Ketika saat sholat. Ada orang bersin. Muawiyah berkata, semoga Alloh memberi rahmat. Sholat Kkk mendoakan orang bersin. Mengapa kalian saling memandang saya. Sahabat lain menepuk paha, tanda menyuruh diam. Setelah selesai sholat, Muawiyah berkata, sungguh aku tidak melihat seorang guru baik, sebelumnya atau sesudahnya, guru yang memberi teladan terbaik, demi Alloh saya tidak akan pernah memukul setelah ini. Sholat ini tidak berfaedah di dalamnya. Sholat harusnya berisinya tasbih. Ketika sholat tidak boleh berbicara. Pelajaran dari hadist tersebut, bagiamana lembutnya rosul pada orang yang tidak tahu, bagaimana rosul cara mengajar bagi orang yang jahil, tidak mengetahui. Bagaimana cara mengajar pada orang yang melakukan kesalahan.

Selain al qur’an dan hadis, yang ketiga adalah Fakta sejarah, rosul sebagai guru terbaik. Sosok para sahabat yang belajar langsung pada beliau, cukup sudah menunjukkan bahwa beliau hebat sebagai guru. Bagaimana umar sebelum masuk islam, sebagai preman, kejam, setelah islam berubah hatinya lembut. Ketika menjadi kholifah memanggul gandum sendiri, padahal saat itu kholifaf. Sahabat lain menjadi luar biasa. Andai rosul tidak punya mu’jizat, sahabat yang sukses di bidang masing-masing cukup membuktikan beliau Rosul. Pembicaran paling nikmat adalah ketika mengkaji siroh nabawiyah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar