Setiap kematian itu ada ibroh bagi siapa saja yang bisa mengambil pelajaran. Kematian itu pasti menimpa siapa saja. Bagi yang cerdas berakal harus menyiapkan diri dengan betul karena kematian bisa datang tiba-tiba. Kesedihan paling mendalam adalah saat wafatnya Rosul. Semua amal terputus ketika meninggal, kecuali amal jariyah dan ilmu bermanfaat. Doa doa kita dibutuhkan bagi sang mayit untuk meringkan beban mereka menuju alam barzah. Semoga Alloh mewafatkan kita dalam keadaan khusnul khotimah.
Bagian ini akan mempelajari bagaimana Rosululloh
memberi teladan pada kita ketika mendidik dan memberikan pembelajaran. Pelajaran
siroh itu sangat penting, karena dari siroh itulah kita mencontoh bagaimana
seharusnya kita beragama, berakhlak, memiliki karakter terpuji. Materi siroh
sangat luas sekali. para penulisnya juga memiliki banyak metode. Yang pertama,
metode mengumpulkan yang terpencar-pencar. Karena para tabbin saat kecil itu
tidak mengetahui persis, bagimana perilaku Rosululloh, sehingga bertanya ke
para sahabat besar. Kemudian ditulis dan akhirnya menjadi siroh nabawiyah.
Cara kedua, menuliskan berdasarkan urutan
sejarah, zaman dan peristiwa kejadian-kejadian. Mulai rosul belum lahir, saat
lahir, masa kecil dan seterusnya sampai wafat. Cara ketiga, menggunakan cara
menulis detil. Seperti isra’ mi’roj, bagaimana peristiwa tersebut dan pelajaran
yang bisa diambil ditulis secara detil. Cara keempat, ditulis berdasarkan
sifat-sifat baik secara fisik maupun akhlak. Secagai contoh ada kitab siroh
yang bercerta secara fisik rosul, mulai rambut, kulit , wajah, kaki dst sampai
dengan mu’jizat-mukjizat nya. Cara terakhir, biasa dipakai penulis di era
terakahir, 5 abad terakhir yaitu berdasarkan tema, metode tematis. Pengkaji memilih
tema-tema tertentu. Misalnya siroh khusus tentang kepemimpinan, tentang cara
memberi pelajaran, tentang keluarga beliau dan seterusnya. Cara kelima ini kita
gunakan untuk mengupas bagaimana rosul itu mendidik.
Pertanyaan menariknya. Mengapa kita harus
meneladani rosul? Bukankah sekarang banyak metode cara mendidik? Karena rosululloh
itu contoh teladan terbaik, teladan di semua akhlak. Telah ada dalam diri
rosululloh teladan yang baik. Mungkin si A teladan dalam kesabaran, si B
teladan dalam keberanian, si C teladan dalam cara menyelesaiakn masalah, tapi
dalam segi yang lain tidak teladan. Tetapi rosululloh adalah teladan yang TOP. Contoh
terbaik bagi semua umat manusia.
Alasan kedua adalah bagi siapapun yang mengkaji
siroh, rosul mempunyai banyak cara metode dalam mendidik. Ada 60 metode
bagaimana mengajar orang lain. Ingat saat itu belum ada internet. Beliau kadang
menggunakan media. Kadang hanya menyentuh saja, pengaruhnya luar biasa. Kadang dengan
ceramah. Terkadang dengan berbicara hati ke hati, kadang juga dengan mengajar
berpikir (lihatlah langit, bulan, dst).
Kesimpulannya bahwa rosul adalah sebaik baik
gguru yang wajib kita teadani, sosok ideal sebagai guru dai. Rosul di abadikan
sebagai guru terbaik. Alloh lah yang mengutus diantara mereka yang telah
melakukan 3 tugas, (1) membacakan ayat Alloh (2) membersihkan mereka dengan
akhlak terpuji (3) mengajarkan kepada mereka (bukan hanya transfer pengetahuan)
berupa al kitab dengan hikmah (QS: Jum’ah : 2). Sebagai utusan (guru) untuk
semua manusia, cukuplah Alloh sebagai saksi.
Ternyata dalam hadist juga banyak yang
mengabadikan bahwa Rosul adalah guru terbaik. Hadis riwayat Aisyah, rosul
bersabda, sesungguhnya ALLOH tidak mengutusku sebagai orang yang keras, tetapi
sebagai seorang mualim (guru), sebagai orang yang memberikan kemudahan dalam
melaksanakan ajaran islam.
Hadist kedua, diriwayatkan Abdulloh bin Amru. Rosul
keluar dari kamar beliau, dan masuk ke dalam masjid. Didapati ada 2 halaqoh
ilmu. Yang pertama membaca Al Qur’an, berdizikir dan berdoa. Halaqoh kedua
sedang belajar ilmu. Masing-masing berada adalam kebaikan. Yang baca Al quran,
jika Alloh menghendaki akan memberi pahala yang luar biasa. Jika Alloh menghendaki
lain, itu terserah Alloh. Pada kelompok belajar
dan mengajar inilah rosul berkata, yakinlah saya di utus sebagai guru. Akhirnya
rosul bergabung di halaqoh kedua.
Hadist ketiga, diriwayatkan Muawiyah saat
mualaf. Ketika saat sholat. Ada orang bersin. Muawiyah berkata, semoga Alloh
memberi rahmat. Sholat Kkk mendoakan orang bersin. Mengapa kalian saling
memandang saya. Sahabat lain menepuk paha, tanda menyuruh diam. Setelah selesai
sholat, Muawiyah berkata, sungguh aku tidak melihat seorang guru baik,
sebelumnya atau sesudahnya, guru yang memberi teladan terbaik, demi Alloh saya
tidak akan pernah memukul setelah ini. Sholat ini tidak berfaedah di dalamnya. Sholat
harusnya berisinya tasbih. Ketika sholat tidak boleh berbicara. Pelajaran dari
hadist tersebut, bagiamana lembutnya rosul pada orang yang tidak tahu,
bagaimana rosul cara mengajar bagi orang yang jahil, tidak mengetahui. Bagaimana
cara mengajar pada orang yang melakukan kesalahan.
Selain al qur’an dan hadis, yang ketiga adalah Fakta
sejarah, rosul sebagai guru terbaik. Sosok para sahabat yang belajar langsung
pada beliau, cukup sudah menunjukkan bahwa beliau hebat sebagai guru. Bagaimana
umar sebelum masuk islam, sebagai preman, kejam, setelah islam berubah hatinya
lembut. Ketika menjadi kholifah memanggul gandum sendiri, padahal saat itu
kholifaf. Sahabat lain menjadi luar biasa. Andai rosul tidak punya mu’jizat, sahabat
yang sukses di bidang masing-masing cukup membuktikan beliau Rosul. Pembicaran paling
nikmat adalah ketika mengkaji siroh nabawiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar