Menjual ayat Alloh dengan materi dunia apapun bentuknya, tidaklah sebanding. Materi dunia itu sangat murah, kenikmatan yang paling hina, dan bersifat sementara, sebentar lagi lenyap. Seperti bayangan, yang lenyap ketika matahari tenggelam. Itu adalah kenikmatan yang semu lagi menipu. Kesehatan kita bisa lenyap, bahkan nyawa juga bisa lenyap apalagi kekayaan dan jabatan.
Orang yang menyembunyikan ayat Alloh, yang
dengan itu dia mendapatkan materi dunia. Orang seperti itu tidaklah makan dalam
perutnya kecuali api neraka. Yang dia dapat itu akan menjadi bara api dan akan
dimakan mereka. Dan Alloh tidak mau berbicara dengan mereka. Ini menunjukan
Alloh itu murka. Bahkan Alloh melihat pun tidak. Alloh tidak berkenan menyucikan
dosa-dosa mereka. Pahala tidak ada. Dosa mereka utuh. Ditambah adzab yang
sangat mengerikan.
Histori ayat ini berkaitan dengan para tokoh pendeta
/ ulama yahudi madinah. Mereka sudah tahu akan datangnya Rosul akhir nyaman,
lengkap dengan ciri-cirinya. Karena informasinya ada di taurat dan injil. Sifat nabi Muhammad
ada di dalamnya. Diantaranya selalu amar ma'ruf nahi mungkar. Yang menghalalkan
yang baik-baik dan yang mengharamkan yang buruk/jahat. Meringankan beban
syariat yang ada dalam zabur, taurat, dan injil. Yang bersama muhammad itu ruku
dan sujud, di dahi mereka ada tanda-tanda sujud pada Alloh. Itu gambaran dalam
taurat. Sementara dalam injil seperti umat islam itu seperti tunas, makin lama makin
membesar. Ini membuat orang kafir ciut hasilnya. Ini digunakan untuk mengancam kaum
aus (kaum anshor) orang yastrib. Sebentar lagi akan datang nabi kami yang kan
menghancurkan kaum aus. Ternyata sebaliknya. Ini yang membuat mudah dakwah nabi
menyebar di madinah. Bahkan mereka membela seperti saudara sendiri.
Setelah melihat ternyata rosul itu tidak dari
kaum mereka, sengaja merubah ayat Alloh di Taurat. Dipilih yang menguntungkan
saja. Para pendeta yahudi nasrani diuntungkan , karena yang akan berdoa minta
ampunan harus bayar ke mereka. Berapa banyak ulama yahudi dan nasrani makan
harta dari umatnya.
Mereka itulah telah membeli kesesatan dengan
petunjuk. Barter dengan iman. Mereka sudah dapat petunjuk dari Alloh (taurat)
tapi ditukar dengan kesesatan. Menukar azab api neraka dengan ampunan. Alangkah sabarnya mereka dengan api
neraka. Sudah jelas dapat surga kok malah
memilih neraka.
Berikutnya QS. An-Nisa ayat 10. Sungguh orang
yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak benar (dholim). Merugikan hak
nya anak yatim. Hanya dibolehkan jika pengasuhnya tidak mampu, hanya sekedar
kebutuhan fisik minimal nya. Orang yang makan anak yatim tersebut, akan makan api
neraka, api akan masuk dalam perut mereka. Mereka HANYA makan api neraka. Dan tinggal
terus di api neraka untuk selama-lamanya. Ingat api neraka tidak pernah padam.
Jadi ada 2 tipe orang yang makan api neraka,
yaitu (1) menjual tau menyembunyikan ayat Alloh (2) yang memakan harta anak
yatim dengan cara tidak benar. Hadits nabi, Barang siapa yang meminta pada
orang lain untuk memperbanyak miliknya menambah kekayaannya (incomenya), maka harta itu akan menjadi bara api untuk
dirinya. Tidak halal meminta-minta pada orang lain, kecuali untuk 3 golongan
saja, yaitu: (1) orang mendapatkan musibah yang dengan musibah itu menghancurkan
seluruh miliknya. Boleh jika hanya sekedar untuk mempertahankan kebutuhan fisik
minimum. Begitu sudah selamat, haram lagi. (2) orang yang tenggelam dalam
hutang. Artinya, ndai seluruh miliknya dibayarkan untuk hutang, hutang nya belum
lunas juga. Ini pun juga untuk sekedar menyematkan jiwanya. Kebutuhan dasar
minimum. (3) orang yang bangkrut (dunia) total. Mungkin karena tertipu dalam
bisnisnya. Khusus ini, harus minimal ada tiga saksi terpercaya yang meyakinkan
bahwa dia benar-benar bangkrut. Jika sudah terpenuhi, haram juga untuk
meminta-minta. Ini hadist yang diriwayatkan Muslim.
Kesimpulan:
Jangan main-main dengan ayat Alloh SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar