Jumat, 04 September 2020

Para Pemakan Api

Memakan api - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Menjual ayat Alloh dengan materi dunia apapun bentuknya, tidaklah sebanding. Materi dunia itu sangat murah, kenikmatan yang paling hina, dan bersifat sementara, sebentar lagi lenyap. Seperti bayangan, yang lenyap ketika matahari tenggelam. Itu adalah kenikmatan yang semu lagi menipu. Kesehatan kita bisa lenyap, bahkan nyawa juga bisa lenyap apalagi kekayaan dan jabatan.

Orang yang menyembunyikan ayat Alloh, yang dengan itu dia mendapatkan materi dunia. Orang seperti itu tidaklah makan dalam perutnya kecuali api neraka. Yang dia dapat itu akan menjadi bara api dan akan dimakan mereka. Dan Alloh tidak mau berbicara dengan mereka. Ini menunjukan Alloh itu murka. Bahkan Alloh melihat pun tidak. Alloh tidak berkenan menyucikan dosa-dosa mereka. Pahala tidak ada. Dosa mereka utuh. Ditambah adzab yang sangat mengerikan.

Histori ayat ini berkaitan dengan para tokoh pendeta / ulama yahudi madinah. Mereka sudah tahu akan datangnya Rosul akhir nyaman, lengkap dengan ciri-cirinya. Karena informasinya  ada di taurat dan injil. Sifat nabi Muhammad ada di dalamnya. Diantaranya selalu amar ma'ruf nahi mungkar. Yang menghalalkan yang baik-baik dan yang mengharamkan yang buruk/jahat. Meringankan beban syariat yang ada dalam zabur, taurat, dan injil. Yang bersama muhammad itu ruku dan sujud, di dahi mereka ada tanda-tanda sujud pada Alloh. Itu gambaran dalam taurat. Sementara dalam injil seperti umat islam itu seperti tunas, makin lama makin membesar. Ini membuat orang kafir ciut hasilnya. Ini digunakan untuk mengancam kaum aus (kaum anshor) orang yastrib. Sebentar lagi akan datang nabi kami yang kan menghancurkan kaum aus. Ternyata sebaliknya. Ini yang membuat mudah dakwah nabi menyebar di madinah. Bahkan mereka membela seperti saudara sendiri.

Setelah melihat ternyata rosul itu tidak dari kaum mereka, sengaja merubah ayat Alloh di Taurat. Dipilih yang menguntungkan saja. Para pendeta yahudi nasrani diuntungkan , karena yang akan berdoa minta ampunan harus bayar ke mereka. Berapa banyak ulama yahudi dan nasrani makan harta dari umatnya.

Mereka itulah telah membeli kesesatan dengan petunjuk. Barter dengan iman. Mereka sudah dapat petunjuk dari Alloh (taurat) tapi ditukar dengan kesesatan. Menukar azab api neraka dengan ampunan.  Alangkah sabarnya mereka dengan api neraka.  Sudah jelas dapat surga kok malah memilih neraka.

Berikutnya QS. An-Nisa ayat 10. Sungguh orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak benar (dholim). Merugikan hak nya anak yatim. Hanya dibolehkan jika pengasuhnya tidak mampu, hanya sekedar kebutuhan fisik minimal nya. Orang yang makan anak yatim tersebut, akan makan api neraka, api akan masuk dalam perut mereka. Mereka HANYA makan api neraka. Dan tinggal terus di api neraka untuk selama-lamanya. Ingat api neraka tidak pernah padam.

Jadi ada 2 tipe orang yang makan api neraka, yaitu (1) menjual tau menyembunyikan ayat Alloh (2) yang memakan harta anak yatim dengan cara tidak benar. Hadits nabi, Barang siapa yang meminta pada orang lain untuk memperbanyak miliknya menambah kekayaannya (incomenya),  maka harta itu akan menjadi bara api untuk dirinya. Tidak halal meminta-minta pada orang lain, kecuali untuk 3 golongan saja, yaitu: (1) orang mendapatkan musibah yang dengan musibah itu menghancurkan seluruh miliknya. Boleh jika hanya sekedar untuk mempertahankan kebutuhan fisik minimum. Begitu sudah selamat, haram lagi. (2) orang yang tenggelam dalam hutang. Artinya, ndai seluruh miliknya dibayarkan untuk hutang, hutang nya belum lunas juga. Ini pun juga untuk sekedar menyematkan jiwanya. Kebutuhan dasar minimum. (3) orang yang bangkrut (dunia) total. Mungkin karena tertipu dalam bisnisnya. Khusus ini, harus minimal ada tiga saksi terpercaya yang meyakinkan bahwa dia benar-benar bangkrut. Jika sudah terpenuhi, haram juga untuk meminta-minta. Ini hadist yang diriwayatkan Muslim.

Kesimpulan: Jangan main-main dengan ayat Alloh SWT.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar