Tanda kemunafikan itu 3, intinya semua bohong
yaitu (1) jika berbicara pasti dusta (2) jika berjanji, pasti tidak menepati
janji (3) jika diberi amanah, pasti berkhianat. Munafik itu tempatnya di ‘intipe/
neraka. Neraka bagian paling bawah. Asal kata munafik sama dengan asal kata infa
yaitu nafaqo yang artinya membuat terobosan atau terowongan. Infaq itu
terobosan untuk efektifitas, memperpendek jarak (mencapai rezeki). Rumus infaq
1 – 1 = 11, 1 - 1 = 701, dst. Berbuat kebaikan itu dilipatkan 10 kali bahkan
700 kali. Yang 1 masih utuh, halal dan tidak terkurangi. 1 + 1 = 0 atau bisa
minus. 1 halal milik saya, saya keluarkan 1, ternyata untuk kedustaan
(kejahatan) hasilnya 0. Siapapun yang mendapatkan harta dengan cara yang tidak
baik, maka Alloh akan membinasakan dengan caraNYA, misal dengan kena bencana
atau anaknya meninggal, dst. Orang munafik juga ingin membuat terobosan, tapi
yang baik dicampur dengan dusta. Dusta itu menyembunyikan kebenaran.
Dusta kepada Alloh, membuat kesaksian palsu. Tidak
menyaksikan tapi mengaku menyaksikan. Biasanya orang bersaksi dengan
menggunakan anam Alloh. Termasuk dosa yang membinasakan. Menyeret seseorang ke
dalam api neraka. Karena yang didustai adalah sang Kholiq. Contoh lainnya
adalah sumpah palsu.
Berikutnya, dosa mencurangi takaran (ukuran). Ini
termasuk dusta. Misalnya, SPBU ada logo PASTI PAS, artinya yang tidak ada logo
itu curang dilegitimasi. Alasan biasanya adalah ‘kalau gak gini, rugi’. Ingat,
semua ciptaan Alloh memakai takaran (kadar) yang TEPAT. Tegakkan segala sesuatu
sesuai kadarnya, jangan dicuruangi. Jika kodok dihabisi dengan membabi buta,
maka ular akan meraja lela, dst. Dalam tubuh kita juga ada kadarnya, Hemoglobin
(Hb), gula darah, unsur Fe, dst. Lambangnya pengadilan juga berupa timbangan. Dalam
penilaian pembelajaran, juga ada takaran. Penerimaan pegawai juga ada
takarannya. Jangan dikurangi dan dicurangi.
QS Al Muthoffifin. Surah No. 83 dalam urutan
Mushaf. Contoh nyata kedustaan dalam takaran. Celakalah, binasalah, yang
sebenar-benarnya celaka. Tidak terselamatkan dari api neraka. Yaitu jika
menakar milik orang lain untuk dirinya, akan ditambahi (dilebihkan), menguntungkan
dirinya. Sebaliknya jika menakar milik sendiri untuk orang lain, akan dikurangi.
Tidakkah mereka yakin, bahwa mereka akan dibangkitkan di hari kiamat?. Saat bumi
memuntahkan isinya. Yang mahal-mahal pun tidak ada orang yang mau mengambil. Karena
melihat adzab. Mereka berdiri berbaris menghadap Alloh, untuk menanti hisab. Jangan
begitu (curang). Catatan orang yang curang itu pasti ada dalam sijjin, yaitu
kitab yang tidak pernah keliru. Takaran Alloh jauh lebih canggih. Celakah para
pendusta (pekerjaannya brebohong), yakni mendustakan hari pembalasan. Orang melampaui
batas, melanggar aturan, berlumuran dosa. Salah dibenarkan, benar disalahkan,
adalah juga termasuk dusta yang berat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar