Tulisan ini dibuat bertepatan dengan Hari
arofah, sangat mulia. Turun banyak malaikat. Rosul memberitahu kita bahwa, hari
ini terbaik. Alloh berfirman, apabila ada yang berdoa, pasti akan dikabulkan.
Mari mulyakan hari ini dengan banyak kebaikan dan amal-amal sholih sehingga
Alloh menurunkan rahmat dan memberi ampunan pada semua dosa kita. Karena
fadhilah yang luar biasa, mari perbanyak sedekah, dzikir, tilawah dst. Para
ulama biasa mengakhirkan doa-doa sampai di hari arofah, karena pasti diijabah.
Hampir semua doa yang dilantunkan di hari Arofah dikabulkan oleh Alloh SWT.
Setiap orang banyak permintaannya. Ada yang
minta riski berupa anak, istri yang sholihah, rohmat Alloh, ampunan, harta dst.
Yakinlah bahwa Alloh mengabulkan itu semua. Jangan sampai dalam doa itu ada
unsur yang menyakiti orang lain. Mari kita berdoa dengan adabnya. Bagaimana
itu? (1) harus memulai dengan tahmid, (2) baca sholawat, (3) mengulang dengan
penuh keyakinan, (4) angkat tangan dengan penuh harap.
Hari ini banyak saudara kita seiman banyak yang
berpuasa. Siapa yang puasa Alloh akan mengampuni dosa kita 1 tahu yang lalu dan
1 tahun yang akan datang. Agungkan dengan banyak ibadah. Termasuk wanita yang
tidak bisa berpuasa, hendaklah memperbanyak amal kebaikan, berdoa, sedekah, dan
berdzikir. Orang yang ada uzur syar’i mendapat pahala seperti orang yang tidak
ada udzur syar’i. misal karena sakit atau musafir.
Apakah ada batasan kedekatan guru-murid.
Kuncinya, tidak boleh dekat sekali dan jauh sekali. boleh dekat, jangan lupa
status sebagai guru. Bersenda gurau terlalu banyak. Ada saatnya kapan tertawa
dan kapan serius. Bahaya sekali kalau dekaat sekali, sekan akan guru itu teman
karib yang bisa diajak canda tawa, maka akan diremehkan murid. Sebaliknya jika
terlalu jauh, maka murid juga menjauhi sehingga ilmu itu tidak sampai ke murid.
Boleh guru bersendau guru, tetapi adabnya
adalah seimbang. Tidak terlalu sering, tidak terlalu banyak. Rosul juga begitu
tidak banyak bersenda gurau dengan para sahabat. Tidak boleh menghina atau
membiarkan muridnya saling menghina di depan guru. Jika terjadi dan tidak ada
tindakan, akan mengurangi wibawa guru. Akan mengenal guru sebagai orang yang
suka menghina.
Guru harus menjadi pendengar yang baik.
Meskipun sudah pernah mendengar cerita itu. Dengarkan dengan seksama dan simak
dengan serius, dengan rasa menghormati. Maka murid akan menyimpulkan gurunya
menghargai dia. Pura-puralah belum pernah mendengar cerita itu. termasuk
mengfungsikan murid. Artinya, jika kita sudah menerangkan dengan baik. Kita
menyuruh murid yang pandai untuk menjelaskan kepada murid yang lain. Bisa jadi,
murid yang kurang paham menjadi lebih paham karena penjelasan temannya.
Contoh yang diteladankan rosul. Dulu sahabat
saling menjelaskan, saling memberikan pelajaran. Sampi rosul datang. Rosul
mendengar. Benar sekali saudara kamu itu. penjelasan saudaramu benar sekali.
kadang komentar sangat benar sekali. guru yang baik, memberikan kesempatan pada
muridnya untuk menjelaskan kepada temannya yang lain. Tetap harus dibawah
pengawasan guru.
Guru perlu mengajari muridnya di luar kelas.
Mengajari kebaikan. Ketika istirahat, menasehati murid; jaga sholat, baca al
qur’an, belajar bahasa. Ini penting, kadang murid terinspirasi saat di luar
kelas. Mengapa kamu menjadi ulama’ yang diakui. Saya bisa belajar seperti orang
lain. Yang membuat istimewa adalah belajar di luar kelas. Mendapat pelajaran
dari nasihat guru di luar kelas.
Guru berusaha semaksimal mungkin masalah murid,
meskipun itu di luar materi pelajaran. Ini sangat membekas dalam diri murid.
Sampai datang ke rumah, jika murid itu ada masalah di rumahnya, guru boleh
membantu menyelesaikan masalah murid itu dengan bapaknya. Ini sangat baik.
Andai itu sukses, maka apa yang dilakukan guru itu akan membekas, tidak pernah
terlupakan dalam hidupnya.
Cara menghadapi murid yang sudah besar tetapi
perilakunya masih seperti anak-anak. Kita harus membedakan 2 hal, (1) harus
bisa membedakan benar-benar tidak bisa mengerjakan tugas itu (2) sebenarnya bisa,
tetapi tidak mau. Untuk yang (1) mudah, karena ada kemauan. Kita jelaskan
sampai benar benar bisa. Jika tidak bisa dari kita, bisa digunakan guru yang
lain. Yang (2) lebih sulit. Ini tetap menggunakan cara 1, tetapi dengan halus,
bimbingan. Jika tetap tidak bisa, beri sangsi yang mendidik.
Bagi yang mahasiswa atau SMA, perlu guru
memanggil dan bicara empat mata, di ruang sendiri. Bicara dari hati ke hati,
sampai benar-benar kita tahu masalahnya. Jika tetap 'ngeyel', bisa guru memberitahukan
bahwa apa yang kamu lakukan itu berpengaruh ke nilai akhir. Atau diberi
ancaman, dipanggil ortunya, agar mereka tahu bahwa murid tersebut melakukan yang
tidak baik. Peraturan juga memungkinkan dikeluarkan dari sekolah. Boleh membuat
mereka marah karena ucapan kita, tetapi tetap jaga adab. Jangan sampai
emosional.
Cara lain, memberikan murid dengan tanggung
jawab. Bisa jadi ini lebih manjur. Dikisahkan rosul menemui banyak anak puber
bermain-main dengan cara mengumandangkan adzan. Murid menirukan ustad,
terkesan main-main. Ternyata rosul menyuruh setiap anak mengumandangkan adzan
satu per satu. Ternyata salah satu suaranya merdu, sehingga rosul memilih abu
mahduroh untuk menjadi muadzin tetap di daerah tersebut. Ternyata menjadi orang
yang bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan.
Guru sudah menyiapkan hadiah. Ternyata dicuri
salah satu murid. Guru tahu murid itu. sehingga diamanahi untuk menjaga hadiah-hadiah itu, setelah sebelumnya memuji bahwa yang bersangkutan itu amanah. Ternyata
sejak itu tidak ada kehilangan. Dan murid itu berkesan terhadap guru itu.
Guru perlu menyiapkan materi ice breaking saat
jeda. Bisa permainan, atau pelajaran hikmah. Atau kisah kisah humoris, yang
membuat murid tertawa lepas. Perlu yang bervariasi. Jika guru tidak bisa, guru
boleh memilih salah satu murid untuk bercerita sehingga membuat anggota kelas
tertawa. Pasti ada salah satu murid yang humoris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar