Topik tulisan ini adalah amalan sia-sia. Dalam QS:
Ibrahim, berbicara tentang kebaikan
orang tidak beriman. Seperti abu yang dihembus angin kencang, tidak tersisa.
Yang kedua, dalam QS: An Nur, seperti kebaikan orang yang tidak beriman seperti
fatamorgana yang dilihat oleh orang yang kehausan,begitu di dekati tidak dapat
apa-apa.
QS: Ali Imron 116 – 117. Sungguh orang yang
tidak beriman (kafir = menutup hati) tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
(harta-harta yang mereka sumbangkan). Dahulu, orang kafir juga menyumbang
materi untuk membangun Mekkah dan bahkan menjamu orang-orang yang haji. Ingat,
yang paling mahal saat itu adalah air, lebih mahal dari susu. Apalagi saat
zam-zam itu hilang (tertutup pasir). Bagian itu diamanahkan ke abdul Muntholib.
Yang ada air di Thaif (100 km dari mekah). Abdul Muntholib punya ide, mencari
lagi zam-zam yang tidak pernah kering walau di ambil setiap saat oleh jutaan
jamaah.
Gambaran (visualisasi) harta yang mereka belanjakan (infaqkan). Orang berinfak itu membuat terowongan, jalan pintas untuk mendapat keberuntungan. Infak itu hanya di dunia. Di akhirat tidak ada lagi. Infak 1 dapat 700. Dunia itu kehidupan yang kualitasnya paling rendah. Karen kehidupan dunia ini imitasi. Infak orang kafir Tak ubahnya seperti angin (yang membawa bencana), bisa dalam bentuk sangat dingin atau sangat panas. Angin semacam itu menimpa tanaman kaum yang dholim, maka bisa membinasakan semua tanaman tersebut.
Bukan karena Alloh yang dholim, tetapi justru
mereka sendiri, karena tidak mau beriman. Alloh tidak akan mendhalimi hambanya
walau sebesar dzarroh. Dzalim = tidak
menempatkan sesuatu pada proporsinya. Malas itu dzolim pada diri senidiri.
Dholim terbesar adalah syirik, tidak terampuni kecuali ditinggalkan dan mohon
ampun.
Furqon (25) ayat 22 – 23. Suatu hari para
malaikat berkata kepada orang yang tidak beriman. mereka tidak mendapat
informasi yang menyenangkan sekecil apapun, yang ada berita azab dan azab. Ini
terjadi di akhirat kelak. Ditunjukkan
pada mereka perbuatan amal baik mereka saat di dunia, yang tampak hanya debu
yang diterbangkan oleh angin kencang. Lenyap juga tidak ada yang tersisa.
Al Baqarah: 264. Wahai orang yang beriman. Itu pengakuan Alloh langsung terhadap orang
yang beriman. Ini bentuk perhatian Alloh. Sehingga perlu dicermati berikutnya,
biasanya ada perintah dan larangan. Jangan sekali2 kamu batalkan (sis-sia) seperti
shodaqahnya orang kafir. Ini berarti ada shodaqah orag beriman ada yang seperti
sedekah orang kafir. Orang beriman harus beruntung jangan sampai buntung.
Alloh akan mengembangkan harta kita karena
sedekah. Bisa menjauhkan dari bencana, penyakit. Ini untuk sedekah yang wajib
(zakat). Sodaqoh maknanya bukti kebenaran iman. Karena harta yang disedekahkan
itu akan berlipat ganda. Ini ghoib, tapi bisa dirasakan. Jika percaya itu
berarti kita beriman.
Memberikan dengan harapan mendapatkan yang lebih besar (uang sogokan). Kalau diniatkan kepada Alloh boleh. Memberikan yang menyakitkan juga tidak boleh. Kedua-duanya akan menjadi sia-sia. Contoh penyakit yang membatalkan sedekah lainnya adalah riya’, ujub (agar dikagumi orang), sum’ah. Seperti debu di atas batu yang licin, kemudian turunlah hujan yang lebat. Tidak ada sedikitpun yang tersisa. Tidak menghasilkan apa-apa. Tidak mampu mendapatkan manfaatn dari sesuatupun hasil yang didapat. Intinya tidak berpahala sekecil apapun. Dan Alloh tidak pernah memberi hidayah pada orang kafir, orang yang sebenarnya tahu itu benar tetapi tidak mau tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar