Dimana tempat yang paling indah? Tempat
rekreasi. Dimana tempat paling nyaman? Hotel, penginapan, dan resort. Jawaban
tersebut bukanlah hasil survey famili 100. Namun hanya dugaan. Walau belum
pernah digelar angket massal, namun kira-kira jawaban di atas tidak sepenuhnya
salah. Kemungkinan besar sangat sedikit atau bahkan tidak ada yang menjawab
sekolah. Sebab, umumnya sekolah identik dengan tempat yang formal. Kalaupun ada
green school, sekolah adi wiyata, dan
sejenisnya bukan berarti semua penghuninya merasa nyaman dan kerasan. Apalagi
sekolah yang tidak termasuk kategori tersebut.
Hijau, indah, bersih, dan rapi
pasti enak dilihat. Oleh siapapun, baik orang tua, anak muda, anak kecil,
laki-laki maupun perempuan. Termasuk hijaunya sekolah. Sekolah asri sejuk bukan
monopoli sekolah di desa. Sekolah dengan luas lahan terbatas pun masih sangat
memungkinkan untuk dihijaukan. Bagaimanapun bagusnya gedung sekolah, jika tidak
ditunjang dengan taman-taman yang indah, jatuhnya juga terkesan kering,
gersang, dan membosankan. Bangunan fisik boleh sederhana, tetapi aksesoris di
sekitarnya harus hijau. Warna hijau itu unik. Bisa membikin pikiran tenang dan
suasana nyaman juga fresh.
Andai setiap warga sekolah
bersedia bersedekah keringat secara rutin, tentu sekolah akan menjadi tempat
idaman. Tidak harus lama. Sebentar tetapi rutin. Bukan hanya kegiatan
seremonial tetapi benar-benar menjadi kewajiban. Tidak boleh isedentil tetapi
harus terencana dan terukur. Terencana artinya sekolah mempunyai master plan yang jelas seperti apa wujud
fisik lingkungan sekolah. Terukur artinya bisa dilihat siapapun perubahan
keindahan sekolah dari waktu ke waktu. Sesuai dengan time line yang sudah digariskan stake
holder.
Mungkin sudah selayaknya budaya
gotong royong di populerkan lagi melalui sekolah. Selain sehat, tentu perpahala.
Beribadah kan tidak harus melulu di
masjid atau tempat peribadatan lain. menambah pundi-pundi amal bisa melalui
jalur sekolah bukan? Guru berperan sebagai pelopor. Artinya guru tidak hanya
memberi perintah, tetapi guru memberi contoh. Teladan guru otomatis akan mempercepat
perubahan lingkungan sekolah. Ini berarti setiap ada kerja bakti sekolah, sang
guru menjadi pioneer. Paling depan
dalam urusan hijaunya sekolah.
Kelak kita boleh memimpikan
sekolah yang dirindukan murid-muridnya. Asrinya sekolah menjadi magnet terbesar
murid untuk mendatanginya. Bahkan alumnipun selalu merindukan saat-saat indah
menimba ilmu di tempat paling nyaman di dunia. Sehingga ketika ada survey
berikutnya. Dimana tempat paling nyaman? Sekolah kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar