Kamis, 04 Februari 2021

Menjawab lebih dari yang diminta

 Kapan ini berlaku? Ketika rosul melihat kebutuhan penanya, lebih dari yang ditanyakan. Ini berarti mampu melihat kebutuhan orang yang bertanya.

Contoh 1. Hadis imam Malik, dari Abu Dawud. Bahwa ada seorang laki- menemui nabi. Wahai Rosul, kami sedang berburu ikan di laut. Sedang kami hanya bawa air tawar sedikit. Andai dipakai wudhu pasti kami kehausan. Apakah boleh kami berwudhu dengan air laut? Di jawab, itu air laut itu suci mensucikan dan halal bangkai yang hidup di laut tersebut.

Pelajaran dari hadist di atas adalah (1) air laut itu sama sekali tidak najis, walaupun di situ ada bangkai hewan dst, (2) binatang laut itu halal di makan. Rosul melihat bahwa ikan bisa disimpan dan dimakan untuk masa berikutnya. Sebagai guru, penting melihat kebutuhan peserta didik. Kalau sekiranya ada kebutuhan peserta didik, sampaikan saja walaupun mereka tidak bertanya. (3) memang semua binatang air itu halal, tetapi ada beberapa yang diperselisihkan, seperti buaya. Mayoritas diharamkan, karena bukan binatang air karena sering berpindah dari air dan darat. Tidak selamanya yang halal itu bia dimakan, contoh bagi yang hipertensi, makan kepiting malah menjadi sakit. Contoh lain, kadal gurun itu halal, tetapi rosul tidak makan. Karena ini bukan makanan yang biasa dimakan oleh kaumnya. Artinya, meski banyak yang halal tidak semua bisa di makan. (4) ini hanya 4 kata, tetapi menyimpan makna yang luas dan dalam. Ungkapan sedikit tapi penjelasannya sangat banyak.

Contoh 2, hadist dari imam muslim, bahwa rosul bertemu dengan kafilah kemudian beliau bertanya, siapa kelompok ini?. Mereka menjawab, kami muslim. Kemudian salah satu dari mereka bertanya, Siapa anda? Rosululloh. Tiba-tiba ada seorang ibu mengangkat anak kecil dan bertanya, apakah anak kecil itu boleh haji? Jawab rosul iya, bagimu juga pahala. Ada pahala tambahan buat si ibu yang menggendong anak ketika haji. Seperti saat sang ibu mengajarkan al fatihah pada anaknya. Jika anaknya mengamalkan ini sepanjang hidupnya, maka sang ibu terus mendapatkan pahala.

Harta yang paling utama adalah harta yang kita sedekahkan untuk keluarga dekat kita. Rosul bersabda, dinar yang paling baik adalah yang digunakan untuk keluarganya, kemudian, uang yang diinfakkan untuk hewan-hewan untuk jihad fisabilillah, kemudian yang untuk teman yang berjuang  fisabilillah. Jadi dimulai dari keluarga. Laki-laki mana yang mempunyai pahala besar?, yaitu laki-laki yang menginfakan untuk anak-anak nya yang kecil, yg dengan uang itu untuk hidup. Bagi kita pahala, apa-apa yang kita sedekahkan untuk kaum kita.

Pelajaran berikutnya, bahwa seseorang itu harus banya bertanya pada orang yang lebih pintar. Apa tidak cukup hanya dengan baca buku? Tetapi kita butuh pemahaman. Tanyalah ke pakar atau ulama. Jangan sampai salah paham. Contoh ada seseorang baca buku, kalau jum’atan disunnahkan membawa pisau dan tikus. Padahal harusnya kalau jum'atan harus tenang dan menyimak. Ini gagal paham. Gara-gara salah membaca. Contoh lain, ketika khotbah rosul berkata, tidak akan masuk syurga; ottah (penjual makanan hewan). Ini pekerjaan saya, kata salah satu pendengar. Padahal ini maksudnya adalah orang yang senang mengadu domba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar