Bagian ini akan membahas tentang bagaimana menanamkan rasa cinta Alloh dan Rosul pada diri kita dan anak-anak kita. Beberapa hal yang perlu diketahui (1) setiap orang yang punya hati bersih dan akal yang benar pasti sepakat bahwa Rosul itu sosok layak dikagumi dan dikagumi. Sehingga yang mempunyai hati bersih dan akal yang benar, pasti mencintai rosul. Jika tidak, pasti ada sesuatu di hatinya, yaitu memusuhi islam. (2) mencintai Rosullulloh akan mengangkat derajat kita di syurga nanti. Ini harus diyakini. Pada suatu hadist dikatakan bahwa ada seorang laki-laki mencintai kaumnya, tetapi tidak pernah ketemu dengan kaumnya tersebut. Kata nabi, Jangan takut. Kita akan ketemu di syurga dengan orang-orang yang kita cintai di dunia ini.
Ada beberapa cara (perantara) bagaimana
menanamkan cinta pada Rosul di dalam hati anak-anak kita, yaitu :
(1) kita harus menjadi suri tauladan yang baik
bagi mereka. Perkataan dan perbuatan kita tunjukkan bahwa kita cinta pada
Rosul. Kita memperbanyak bersholawat di hadapan mereka. Ini penting sekali,
agar mereka bisa melihat langsung bahwa kita cinta Rosul. Orang-tualah yang paling
mempengaruhi perilaku anak.
(2) siroh nabi. Siroh itu bukan sejarah, tapi
keteladanan dan sifat-sifat. Bisa membacakan cerita nabi untuk anak-anak kita. Kalau
ingin mencintai Rosul harus mengetahui secara rinci sosok beliau. Dan ini bisa
diperoleh dari siroh.
(3) harus mengetahui sifat-sifat yang terpuji
dari Rosul, baik sebelum islam maupun sesudahnya. Kalau kita mengetahui kesabaran,
kejujuran, dan ketulusan Rosul dan itu dikisahkan maka akan mempengaruhi
akhlak anak-anak kita.
(4) Ajarkan pada mereka bahwa rosul juga
mendapatkan cobaan siksaan saat berdakwah, sehingga islam bisa sampai kita. Mengapa
demikian? Agar anak bisa merasakan betapa cintanya rosul pada kita agar
risalahnya sampai akhir zaman.
(5) berusaha semaksimal mungkin untuk mencontoh
mempraktikkan sunnah nya dan mengajarkan pada anak-anak. Contoh bagaimana adab
makan, minum, masuk kamar mandi, adab berteman, berinteraksi dengan orang lain,
anak kecil, orang miskin, dst. Ajarkan bagaimana jika mendapat nikmat (syukur).
bagaimana jika mendapat kesusahan (sabar). Bagaimana jika bercanda (tidak
berlebihan).
(6) jaga dzkir yang diajarkan Rosul, yang biasa
diucapkan rosul. Untuk memperkuat cinta rosul. Misal ketika akan berkendara,
akan berpakain dst. Dzikir itu harus didengar anak kita. Ini tiap hari
dilakukan.
(7) Ajarkan hal khusus keistimewaan rosul
dibanding nabi lain. Misal, bagaimana rosul menjadi imam para nabi ketika isro
mi’roj. Ketika di padang mahsyar, rosul punya keistimewaan. Semua manusia minta
syafaat. Rosul punya keutamaan. Alloh berfirman, Wahai nabi, mintalah, kamu pasti
akan diberi. Mintalah syafaat pasti diberi. Nabi lain diutus untuk kaum
tertentu. Rosul diutus untuk semua umat. Mukjizat nabi sampai akhir zaman. Nabi
lain dipanggil namanya, wahai Nuh, wahai Musa. Khusus rosul dipanggil dengan
wahai rosul dst. Termasuk rosul adalah penghulu anak cucu adam.
(8) memperbanyak bersholawat di tiap waktu,
khususnya di malam jum’at dan hari jum’at. Terserah tidak ada batasan berapa
kali, jika kamu menambahkan itu lebih baik. Semua kesedihan akan hilang dan
kebutuhan akan dipenuhi, dosa dosa juga akan diampuni.
(9) memperbanyak kisah-kisah sahabat yang
mencintai Rosul. Tsauban, sangat mencintai Rosul. Untuk urusan rosul kadang dia
tidak sabaran. Warna muka berubah badannya capek, sedih. Maka rosul bertanya, apa
yang merubah wajahmu seperti itu? wahai rosul saya tidak menemui bahya dan tidak
sakit, saya khawatir kalau tifdak ketemu engkau. Kekhawatiran luar biasa. Saya ingin
memastikan bahwa saya ketemu beliau. Saya takut tidak ketemu engkau di syurga.
Engkau pasti di atas sedangkan saya di bagian bawah. Turun ayat; Barang siapa mencintai
Alloh dan Rosulnya, yang taat, maka diberi nikmat termasuk berada diantara para
nabi.
Contoh berikutnya, anak seorang perempuan yang
kehilangan banyak keluarga di perang uhud. Dia malah beratanya, apakah rosul
baik-baik saja? Tunjukkan bahwa rosul baik. Ketika yakin, dia berujar, semua
kesusahan saya adalah kecil.
Kisah lain, bilal dimohon adzan saat kemenangan
baitul magdis. Karena umar yang memohon, maka bilal adzan. Ketika sahabat
mendengar, mayoritas menangis, umar berkata; sungguh saya tidak pernah melihat,
menangis masal selain hari ini. Ternyata tidak hanya manusia yang rindu rosul,
tetapi semua makhluk mencintai rosul. Hewan, tumbuhan, bahkan benda mati.
(10) tidak berlebihan dalam mencintai Rosul. Benar
beliau pribadi agung, jangan sampai menuhankannya, jangan menganggap anak
tuhan, jangan mengkultuskannya, jangan mengatakan diluar batas kemampuan rosul. Dia
hanya hamba Alloh yang mulia. Contoh, ada budak perempuan yang bersenandung,
diantara kita ada nabi yang mengetahui apa yang terjadi esok hari. Rosul
berkata, jangan, jangan berkata demikian.
(11) sampaikan pada anak-anak kita bahwa rosul
merindukan kita, sering menangis semata-mata mencintai ummatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar