Kamis, 30 Oktober 2014

Tak berhingga tapi Terbatas

Suatu hari saya bertanya ke siswa kelas 9B. “Berapa banyak bilangan di dunia ini?”. Sebagian besar siswa menjawab tak berhingga. “Kalau kita menghitung, satu dua tiga empat dan seterusnya, bilangan apa yang ada di ujung?” Kembali mereka menjawab tak terhingga. Namun, ketika saya tanya lagi, “berapa tak berhingga itu?” Mereka mulai ragu-ragu. Bimo menjawab, “yaa banyak sekali ustad”. “Kalau menurutmu Rif?”,  yaa besar sekali, jawab Rifqi sambil garuk kepala. “Seberapa besar?” “Yaa pokoknya besar sekali”, jawabnya sambil menghentikan garukan di kepalanya.  Saya menduga kebanyakan siswa saya masih sulit mendefinisikan bilangan tak berhingga itu.