Sabtu, 06 Desember 2014

Men-stop Pabrik Guru, Mungkin kah?

Mari kita pikirkan dua hal berikut ini. Pertama, ada muridnya tapi tidak ada gurunya. Bisa dibanyangkan kan? Tentu kondisi kelas berantakan. Proses transfer ilmu tidak akan berjalan. Murid tidak belajar apa-apa. Benar, tanpa guru pun, murid masih bisa belajar. Tetapi tanpa ada pemandu, proses menemukan ilmu (kebenaran) akan menjadi liar. Kedua, ada guru tapi tidak ada muridnya. Ini lebih lucu lagi. Siapa yang diajar. Masak mengajar dirinya sendiri?

Kedua hal tersebut sama-sama tidak mengenakkan. Kira-kira yang akan terjadi  untuk 10 atau 15 tahun lagi (jika kebijakan tidak berubah) adalah yang kedua. Lho, kok bisa? Coba kita perhatikan data berikut ini.