Coba sesekali dengarlah ‘rasan-rasan’
guru. Umumnya kalau tidak ngrasani pimpinan, ya ngrasani kebijakan
pemerintah. Apalagi jika tunjangan belum cair, baik uang transport, tunjangan
fungsional, mapun uang sertifikasi. Bisa-bisa mengajar tidak konsen. Sangat
jarang guru ngrasani murid. Kalaupun ada hanya di sela-sela waktu, di
kantin sekolah, saat siswa itu melanggar, atau saat ingat saja.
Tidak jarang guru menyalahkan
siswa jika hasil belajar tidak bagus. Banyak alibi yang dikemukakan. Berbagai alasan
akan dibuat se real mungkin. Tapi sangat jarang yang self
instropection. Paling-paling sang guru berujar, saya lho sudah menyiapkan
materi. Power point udah ada, LKS juga sudah dilatihkan. Review menjelang
UTS/UAS ya sudah. Trik dan tips juga sudah dikasihkan. Pokoknya semua jurus sudah
dilakukan. Tapi lha iya kok aneh, hasilnya cuma segitu doang. Apa
yang salah?
