Mengulang materi sebaiknya hingga 3x sampai
memperkuat materi yang kita sampaikan. Sampai mudah memahami, mudah mengahfal dan
mudah menguasainya. Rosul ketika berbicara dalam satu kalimat, maka beliau
mengulangi 3x samapai mudah dipahami para sahabat. Ini sangat efektif untuk memudahkan
peserta didik memahami materi.
Karena pentingnya bab ini, imam bukhori
memberikan judul khusus, barang siapa yang mengulangi hadis sampai 3x untuk
mudah dipahami. Perhatian imam bukhori tentang pengulangan hadist. Peserta didik
ada yang cepat memahmi ada yang butuh diulangi 2x bahkan lebih dari 3x. ketika
mengulangi itu bukan aib tetapi itu membantu peserta didik. Apalagi sekarang
siswa sibuk dengan gadgetnya, konsentrasinya jauh berkurang. Riwayat Aisyah,
kalau dia mendengar 1 hadist tidak langsung paham, membutuhkan pengulangan. Saat
itu Rosul bersabda, Barang siapa yang dihisab pasti di adzab, aisyah bingung,
tidak bingung. Wahai rosul, bukankah kah Alloh berfirman, orang beriman, dihisab
dengan hisab yang ringan? Rosul menjawab, itu bagi yang kemaksiatan itu lebih
sedikit dari kebaikannya. Wanita secerdas aisyah saja butuh pengulangan, apalgi
siswa kita sekarang.
Para ulama, ketika mendapat satu hadis, tidak
berhenti, sebaliknya merinci, faedahnya. Pertama, wajib mencuci kaki dengan
sempurna, kedua, ini kasih sayang rosul ketika ada di belakang. Barang kali ada
sahabat lain yang perlu bantuan. Ketiga, semangat nya para sahabat untuk tepat
waktu dalam sholat meskipun dalam keadaan safar. Jangan sampai sholat di akhir
waktu. Keempat, mengajarkan sesutau yang sangat penting. Rosul tidak mengatakan
ini gpp lain waktu bisa diperbaiki. Tapi rosul langsung membenarkan saat itu. sahabat
langsung memperbaiki saat itu juga. Kelima, penguatan Rosul, menyampaikan
sampai 3x. Keenam, semangat melakukan semua hal-hal yang penting. Tidak boleh
kita melakukan hal penting kemudian melalaikan hal penting lainnya. Semangat sholat
tepat waktu, tapi melalaikan wudhu dengan benar.
Hadist dari Muadz bin jabal. Rosul keluar
bersmaa para shabat untuk perang tabuk. Jaraknya jauh dari madinah. Semuanya keluar
malam hari. Ketika waktu subuh, rosul sholat dan pasukannya dalam kedaan
kecapekan, naik kuda sambil tidur. Sampai di sutau tempat, para sahabat
menjauh, kecuali muadz. Begitu rosul terbangun, beliau tidak melihat sahabat
yang lain kecuali muadz. Wahai Muadz, mendekatlah. Muadz mendekat, sangat dekat
sekali. kaki muadz menempel dengan kaki rosul. Ketika mengisahkan ini Muadz
bangga sekali. ada apa kok yang lain menjauh. Mengapa sahabat terpencar, karena
kendaraannya jalan sendiri-sendiri tanpa kendali. Jawab rosul, rosul tidak
marah. Padahal mau perang tabuk. Rosul mengulang 3x, saya juga ngantuk Muadz. Inilah
empati rosul pada sahabatnya.
Ketika dalam kedaan berdua, wahai rosul izinkan
saya bertanya, pertanyaan yang membuat saya sakit karena teralu memikirkan,
sampai saya sedih. Rosul berkata, tanyakan sekehendak kamu. Wahai nabi, amaln
apa yang menyebabkan saya masuk syurga dan saya tidak akan menanyakan selain
engkau. Inilah sahabat, pertanyaan nya besar. Rosul menjawab, masyaAlloh ini
pertanyaan besar. Ini pujian rosul pada Muadz. Ini mudah bagi siapapun yang
Alloh kehendaki kebaikan. Ini diulangi 3x. tak ada kata lain selain itu. Rosul mengatakan,
kamu beriman, sholat, beribadah kepada
Alloh dan tidak pernah menyekutukan sampai meninggal. Muadz berkata wahai rosul
ulangi lagi. Akhirnya rosul mengulangi 3x.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar