Jumat, 05 Maret 2021

Kiamat

 Berikut nama-nama lain hari kiamat.

1.       Al Qiyamah

2.       Yaumud dien = pembalasan

3.       Yaumul Alhiroh = hari akhir. Saat itu hari kemarin, besok dll sudah tidak ada, 1 hari = 1000 tahun di bumi, setara 50 ribu tahun

4.       As Sya’ah = sesaat. Karena ribuan tahun di bumi itu seperti sesaat. Datangnya tiba-tiba

5.       Yaumul Khasroh = penyesalan. Terutama yang tidak beriman (musrik, kafir, munafiq). Ingin kembali ke bumi untuk berbuat kebaikan walau sesaat

6.       Yaumul Mi’ad = hari perjanjian. Ini hari yang dijanjikan Alloh, dipertemukan dengan Alloh. Hanya ada 2 golongan saja, kanan (surga) dan kiri (neraka)

7.       Yaumul Ba’ath = hari kebangkitan (fisik dan non fisik, terutama manusia dan jin) krn dua mahluk ini diberi akal.

8.       Yaumul Fasl = pemisah. Tegas antara yang benar dan salah.

9.       Yaumut Talaaq = saling bertemu, semua manusia dipertemukan dengan anak turun kita, juga nenek moyang (yang beriman). Setiap orang ditemukan dengan amal perbuatannya.

10.   Yaumul Jam’I = dikumpulkan

11.   Al Waqiah = Peristiwa (dasyat), tidak ada yang melebihinya

12.   Yaumut Taghobun (64) = diungkap segala kesalahan dan dosa, banyak orang tertipu

13.   Al Haa qooh = sesuatu yang pasti, nyata terjadi

14.   Qooriah = dasyat, menakutkan, mengagetkan

15.   At Thommatul Qubro = bencana kecelakaan yang sangat dasyat

16.   As Shookhoh = suara yang sangat keras, memekakan telinga, mengagetkan. Bahkan yang di alam kuburpun terbangun. Biasanya orang hidup bisa mati, tapi yang ini orang mati bisa hidup.

17.   Al Qhoosisyah = yang menutup. Yang terbayang hanya rasa takut

 

QS. 101, Al Qoriah, 11 ayat

Saat itu berat (bobot) manusia tidak ada artinya, gunung seperti bulu/kapas yang dihembus oleh angin. Gunung lepas dari bumi (beterbangan). Barang siapa yang berat timbangannya (amal) mendapatkan kehidupan yang diridhoi, yang membahagiakan.  Apa timbangan amal itu? ternyata amal bisa diwujudkan dalam bentuk materi dan ditimbang. Siapa yang menimbang? (Alloh). Tidak perlu proses, tidak perlu alat dst. Manusia saja yang punya akal, bisa menimbnag, misal timbangan aliran listrik, timbangan suara (pulsa). Manusia saja bisa menimbang hal yang tidak tampak. Barang siapa amal kebaikannya ringan, tempat menginduknya haawiyah (tempat yang menjatuhkan (harkat martabat manusia yang dianggap mulia). Amalnya dijatuhkan serendah rendahnya. Yaitu api menyala nyala yang tidak kenal padam. Panasnya 70x panas api dunia (7000%). Padahal api dunia bisa merontokan bangunan beton.


QS. Al zalzalah , 8 ayat

Kiamat diawali dengan zalzalah, gempa, guncangan. Bumi digoncang segoncang goncangnya. Padahal gempa skala 7-8 saja, bangunan bisa hancur.

Apabila Bumi digoncang segoncang goncangnya. Bumi memuntahkan segala isinya, terutama 2 hal yaitu manusia (bangkai). Saat itu ruh dikembalikan ke jasadnya. Tidak tertukar, karena sidik jari itu unik. Selain itu tambang2 dan batu permata, berlian berserakan. jadi rebutan. an hnya tidak ada manusia yang mau mengambil, tidak butuh, saking paniknya. ibu lari dari anaknya, dst. Disibukkan diri senidri, terbayang adzab yang akan diterima.

Mereka panik, bertanya, mengapa bumi seperti ini? Yang menjawab, bumi sendiri. Bumi berbicara (menyampaiakn beritanya /informasi). Berita apa itu Rosul? Yaitu amal perbuatan/perilaku mu yang pernah terjadi di atasnya. Bumi yang tampakanya benda mati ternyata merekam aktivitas kita, pada saatnya akan mempresentasikan laporannya. Perbaiki kualitas sujud kita. Sholat sunnah beda tenpat dengan sholat fardhu. Bumi itu jujur, tidak bisa berbohong, apa adanya. Tidak punya lidah yang tidak bertulang. Alloh yang memberi wahyu kepada bumi. (ilham ghorishy). Kalau manusia ilham fitri, misal ke ibu nabi musa, untuk melemparkan bayi musa ke sungai nil.

Setelah itu pembagian golongan menjadi dua. Manusia keluar kubur, beterbangan, berhamburan, untuk dipertunjukkan dihadapan mereka, segala amal perbuatannya. Siapa yang berbuat kebaikan meskpun sebesar zarroh (biji sawi), benda terkecil (atom), tidak terlihat mata. Pasti dapat melihat balasan kebaikannya. Dan sebaliknya. Istighfarlah, karena itu bisa menghaus dosa. Juga shodaqoh dan berjalan menuju masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar