Rabu, 18 Maret 2020

Urgensi seorang Guru


Mengapa seorang guru itu penting? Setidaknya 4 alasan berikut dapat memberikan jawabannya.

Pertama, guru itu adalah tugas risalah nabi, manusia mulia yang dipilih Alloh untuk menjadi panutan dan penerang jalan kehidupan manusia di dunia ini. Ini berarti seorang guru mewarisi tugas kenabian. Rosululloh bersabda, sesunggunya Alloh SWT tidak mengutus aku untuk mempersulit orang lain, melainkan aku diutus sebagai guru untuk mempermudah orang lain. Nabi Ibrahin dan Nabi ismail ketika selesai membangun Ka’bah, mereka berdoa:  “utuslah seorang rosul yang membacakan ayat dan mengajarkan kitab dan hikmah”. Kemudian doa ini diijabahi.

Kedua, ayat pertama yang turun dimulai dengan kata IQRO’ (bacalah). Terdapat 77.000 kata dalam Al Qur’an, mengapa dipilih kata Iqro sebagai kata pembuka. Tentu  kata ini penting. Ada ratusan ayat tentang perintah, seperti perintah sholat, perintah zakat, perintah sedekah, perintah beriman, perintah berbuat baik dan sebagainya. Tetapi kata BACALAH dipilih sebagai kata perintah pertama dalam Al Qur’an. Ini artinya ilmu itu sangat penting. Perantara ilmu adalah seorang Guru.

Lima ayat pertama yang diturunkan, kata IQRO’ diulang sampai dua kali, yakni di ayat pertama dan ayat ketiga. Kata ILMU diulang hingga tiga kali, sedangkan kata QOLAM (pena) diulang satu kali. Ketiga kata tersebut terkait langsung dengan proses belajar.  Ini adalah ruang lingkup seorang guru yang mengajarkan ilmu dengan membaca dan menulis. Para filosof mengatakan bahwa belajar berarti memulai membangun peradaban.

Ketiga, Alloh meninggikan orang yang berilmu beberapa derajat. Al kisah ada seorang pembesar bernama Abdul Malik bin Marwah. Beliau menerima tamu kehormatan yang telah berkeliling ke banyak negeri, termasuk ke Mekkah.  Dia ditanya, siapa pemimpin Mekkah (saat itu)? Dia jawab Atta’ bin Robbah. Apakah dia seorang yang kuat? Apakah dia seorang yang kaya? Dijawab, bukan. Bukan seperti itu. Dia adalah seorang yang alim (berilmu).

Kemudia dia bertanya lagi. Ketia anda di Yaman, apakah pemimpinnya seorang saudagar yang kaya? Bukan. Dia adalah seorang mantan budak yang ahli ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa Alloh SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, bukan orang yang puya kuasa, juga bukan orang yang kaya dunia.

Keempat, penghuni alam semesta mendoakan guru. Sungguh penduduk langit dan bumi, semuanya mendoakan guru yang mengajarkan kebaikan. Iya, seluruh penghuni alam sesmsta, termasuk ikan (dan seluruh mahluk yang habitatnya di air), termasuk semut (mewakili seluruh jenis serangga yang ada di bumi), termasuk malaikat (mewakili semua mahluk langit). Jika kita imani hal ini, maka sebagai guru sebaiknya ketika keluar rumah untuk men-share ilmu , maka sebaiknya merasakan bahwa semua makhluk mendoakan kita. Dengan demikian martabat guru menjadi naik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar