Mengapa seorang guru itu penting?
Setidaknya 4 alasan berikut dapat memberikan jawabannya.
Pertama, guru itu adalah
tugas risalah nabi, manusia mulia yang dipilih Alloh untuk menjadi panutan dan
penerang jalan kehidupan manusia di dunia ini. Ini berarti seorang guru
mewarisi tugas kenabian. Rosululloh bersabda, sesunggunya Alloh SWT tidak
mengutus aku untuk mempersulit orang lain, melainkan aku diutus sebagai guru
untuk mempermudah orang lain. Nabi Ibrahin dan Nabi ismail ketika selesai
membangun Ka’bah, mereka berdoa: “utuslah
seorang rosul yang membacakan ayat dan mengajarkan kitab dan hikmah”. Kemudian
doa ini diijabahi.
Kedua, ayat pertama yang
turun dimulai dengan kata IQRO’ (bacalah). Terdapat 77.000 kata dalam Al Qur’an,
mengapa dipilih kata Iqro sebagai kata pembuka. Tentu kata ini penting. Ada ratusan ayat tentang
perintah, seperti perintah sholat, perintah zakat, perintah sedekah, perintah
beriman, perintah berbuat baik dan sebagainya. Tetapi kata BACALAH dipilih
sebagai kata perintah pertama dalam Al Qur’an. Ini artinya ilmu itu sangat
penting. Perantara ilmu adalah seorang Guru.
Lima ayat pertama yang
diturunkan, kata IQRO’ diulang sampai dua kali, yakni di ayat pertama dan ayat
ketiga. Kata ILMU diulang hingga tiga kali, sedangkan kata QOLAM (pena) diulang
satu kali. Ketiga kata tersebut terkait langsung dengan proses belajar. Ini adalah ruang lingkup seorang guru yang
mengajarkan ilmu dengan membaca dan menulis. Para filosof mengatakan bahwa belajar
berarti memulai membangun peradaban.
Ketiga, Alloh meninggikan
orang yang berilmu beberapa derajat. Al kisah ada seorang pembesar bernama
Abdul Malik bin Marwah. Beliau menerima tamu kehormatan yang telah berkeliling
ke banyak negeri, termasuk ke Mekkah.
Dia ditanya, siapa pemimpin Mekkah (saat itu)? Dia jawab Atta’ bin
Robbah. Apakah dia seorang yang kuat? Apakah dia seorang yang kaya? Dijawab,
bukan. Bukan seperti itu. Dia adalah seorang yang alim (berilmu).
Kemudia dia bertanya lagi. Ketia
anda di Yaman, apakah pemimpinnya seorang saudagar yang kaya? Bukan. Dia adalah
seorang mantan budak yang ahli ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa Alloh SWT akan
meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, bukan orang yang puya kuasa, juga
bukan orang yang kaya dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar