Senin, 08 Desember 2014

Jangan Terlalu Banyak Mengajar

Saat tulisan ini dibuat, sedang ramai diperbincangkan pemberhentikan Kurikulum 2013 (K13). Walau lebih dari 6410 sekolah masih boleh melanjutkan, nampaknya arah pemberhentian total K13 semakin kentara. Sepertinya K13 yang dirancang, disosialisasikan, dan dilatihkan dengan dana besar hanya berumur jagung. Kita akan melihat pro dan kotra hingga beberapa saat ke depan. Penulis tidak dalam posisi pro maupun kontra. Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah mengapa kurikulum sering berganti, namun prestasi belajar peserta didik tidak beranjak baik.

Finlandia hanya menerapkan 4-5 jam sekolah, tetapi output nya luar biasa. Muridnya pintar-pintar. Bandingkan dengan sekolah di negeri ini. Dari Senin hingga Sabtu, dari pagi hingga lepas tengah hari, bahkan adanya mendekati senja. Dengan muatan pelajaran yang lebih banyak tidak menjamin anak negeri ini lebih kreatif dan lebih cerdas menyelesaikan masalah. Jangankan masalah keluarganya, masyarakatnya, atau negaranya, masalahnya sendiri saja sulit terpecahkan. Malah kadang mereka menjadi bagian dari masalah itu sendiri. Sering kan kita jumpai anak sekolah yang terlambat, keluyuran pada jam kosong, malas mengerjakan PR, hingga tawuran antar sekolah.